Kompas.com - 12/12/2019, 08:00 WIB

Pasalnya, salah satu makanan favorit banyak orang ini tinggi karbohidrat dan lemak.

Jika dikonsumsi dalam porsi berlebih dalam jangka panjang, dikhawatirkan bisa mengakibatkan obesitas dan memantik risiko penyakit lain.

Baca juga: Benarkah Mi Instan Ganggu Pertumbuhan Anak? Ini Kata Ahli

Melansir Kompas.com (22/10/2019), ahli Gizi Dr dr Samuel Oetoro MS SpGK, menyarankan agar batas maksimal konsumsi mi instan maksimal sekali sepekan.

Samuel berpendapat bumbu bawaan dalam seporsi mi instan cenderung tinggi garam. Ia menyebut jumlah natriumnya mencapai 850-950 mg/porsi.

Padahal kebutuhan garam sehari-hari hanya 2 mg. Dengan tingginya konsumsi garam, risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi juga semakin besar.

"Yang jelas jangan terlalu sering makan mi instan, apalagi untuk anak-anak," jelas dia.

Sependapat dengan Inge, Samuel mengatakan dampak mengonsumsi mi instan bakal terasa dalam jangka panjang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Grid.ID
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.