Kompas.com - 21/12/2019, 14:00 WIB

Jumlahnya memang tergolong lebih kecil dari batas maksimal yang dipersyaratkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk bahan pangan yaitu 10.

Penyebab darah segar terdeteksi Staphylococcus aureus kemungkinan karena ular telah terinfeksi bakteri ini.

Sementara apabila tubuh manusia terinfeksi Staphylococcus aureus baik itu ringan atau tinggi, keselamatan jiwanya dapat terancam.

Menyerang kulit

Bakteri Staphylococcus aureus ini cenderung menginfeksi kulit dan sering menyebabkan abses.

Abses merupakan penumpukan nanah pada satu daerah tubuh, meskipun juga dapat muncul pada daerah yang berbeda.

Selain itu, bakteri ini bisa juga menginfeksi hampir semua bagian di dalam tubuh, terutama katup jantung (endokarditis) dan tulang (osteomielitis).

Staphylococcus aureus diketahui melakukan migrasi melalui aliran darah yang sering disebut fase bakterimia.

Sementara itu, melansir dari Health Line, gejala keracunan makanan mengandung Staphylococcus aureus mirip dengan kasus gastroenteritis yang parah atau radang saluran pencernaan.

Baca juga: Hoaks, Bawang Merah Bisa Tangani Gigitan Ular Kobra

Gejala itu dapat muncul dengan cepat, kadang-kadang hanya dalam 30 menit setelah makan makanan yang terkontaminasi bakteri ini.

Beberapa gejala yang mungkin muncul apabila keracunan bakteri ini, yakni:

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.