Mana Lebih Baik, Sarapan Setelah atau Sebelum Olahraga?

Kompas.com - 28/12/2019, 10:00 WIB
Ilustrasi Olahraga Lari SHUTTERSTOCKIlustrasi Olahraga Lari

KOMPAS.com - Olahraga adalah bagian penting bagi mereka yang sedang menjalani diet penurunan berat badan.

Namun, mereka seringkali dibingungkan kapan waktu terbaik untuk berolahraga, apakah setelah atau sebelum sarapan.

Beberapa orang percaya olahraga setelah sarapan dapat meningkatkan gula darah, memberi tubuh bahan bakar untuk meningkatkan intensitas dan lamanya latihan.

Cara ini juga membuat kita tidak mudah lelah atau pusing.

Sebaliknya, mereka yang menganggap olahraga sebelum sarapan membantu kita untuk membakar lemak lebih banyak.

Baca juga: 6 Cara Mudah Atasi Nyeri Otot Setelah Olahraga

Riset mengatakan...

Melansir dari CNN, sebuah penelitian kecil di Inggris membuktikan olahraga sebelum sarapan memang membantu kita untuk membakar lemak lebih banyak.

Riset tersebut dilakukan dengan meneliti 30 pria dengan berat badan berlebih. Dalam riset tersebut, terungkap bahwa mereka yang berolahraga sebelum sarapan membakar lemak dua kali lipat dibandingkan pria yang sarapan sebelum berolahraga.

Penelitan juga membuktikan olahraga sebelum sarapan membuat otot-otot pria lebih responsif terhadap insulin, yang mengendalikan gula darah tinggi, sehingga mengurangi risiko diabetes dan penyakit jantung.

Ahli fisiologi olahraga Javier Gonzalez juga mengatakan, mereka yang berolahraga sebelum sarapan mengalami peningkatan respons insulin yang jauh lebih besar dibandingkan mereka yang makan sebelum olahraga meski intensitas olahraga yang dilakukannya serupa.

"Satu-satunya perbedaan adalah waktu asupan makanan," tambah Gonzalez.

Penelitian tahun 2017 dari University of Bath, juga membuktikan hal serupa.

Riset yang mengamati 10 orang pria tersebut membuktikan bahwa kadar gula darah yang lebih rendah setelah puasa membuat para pria membakar lebih banyak lemak.

Efek makan sebelum olahraga

Merangkum dari Hello Sehat, berolahraga dengan perut kosong membuat tubuh kekurangan energi sehingga kita tidak akan sanggup melakukan olahraga dengan baik dan tidak dapat membakar kalori secara maksimal.

Prinsipnya, tubuh membutuhkan waktu untuk mencerna makanan dan memprosesnya menjadi energi yang dapat kita pakai untuk beraktivitas dan olahraga.

Waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna makanan tergantung dengan jumlah serta jenis makanan yang dikonsumsi.

Makanan yang tinggi lemak, protein, dan serat, membutuhkan waktu cerna lebih lama, begitu juga jumlah makanan yang banyak.

Oleh karena itu, lebih baik mengonsumsi makanan yang rendah lemak serta kalori, sekitar 3 hingga 4 jam sebelum olahraga, seperti roti gandum dengan telur atau sereal dengan susu.

Baca juga: Tak Cukup Olahraga dan Makan Sehat, Ini 5 Cara Jaga Kesehatan Jantung


Sumber CNN,
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X