Kompas.com - 17/01/2020, 10:07 WIB
Clairine Clay saat ditemui di Epicentrum, kawasan Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020). KOMPAS.com/Revi C Rantung Clairine Clay saat ditemui di Epicentrum, kawasan Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).
  • depresi
  • kegelisahan
  • gangguan bipolar
  • gangguan stres pasca-trauma (PTSD)
  • skizofrenia

Faktor risiko

Penyakit kelainan otak bisa menyerang siapa saja. Faktor risiko berbeda untuk berbagai jenis gangguan otak.

Pada penderita cedera otak, misalnya, hal ini umum terjadi pada anak di bawah 4 tahun, dewasa muda antara 15 hingga 25 tahun, dan orang tua berusia 65 tahun ke atas.

Sementara itu, tumor otak dapat menyerang orang-orang di segala usia.

Faktor genetika dan paparan terhadap faktor risiko lingkungan seperti radiasi juga dapat meningkatkan peluang kita mengalami tumor otak.

Untuk penyakit neurodegeneratif, faktor usia dan riwayat keluarga adalah faktor risiko yang paling signifikan.

Pada penderita gangguan mental, faktor genetik, trauma dalam hidup, penyalahgunaan alkohol dan narkoba juga bisa meningkatkan risiko penyakit ini.

Beberapa kondisi penyakit kelainan otak bisa dengan mudah diobati menggunakan obat-obatan tertentu dan terapi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kelainan otak seperti neurodegeneratif dan beberapa jenis cedera otak traumatis belum memiliki obat.

Orang dengan kondisi ini sering menghadapi perubahan permanen dalam perilaku, kemampuan mental, atau koordinasi tubuh.

Dalam kasus ini, pasien memerlukan perawatan khusus untuk mengelola penyakit dan mempertahankan kemandirian.

Baca juga: Diduga Kelainan Otak, Oknum Polisi Gorok Leher Istri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
Impotensi

Impotensi

Penyakit
5 Obat Prostat dan Fungsinya

5 Obat Prostat dan Fungsinya

Health
Meningitis

Meningitis

Penyakit
6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Serangan Jantung Saat Tidur yang Perlu Diwaspadai

Health
Acrophobia

Acrophobia

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.