Kompas.com - 29/01/2020, 14:06 WIB
Ruangan isolasi khusus yang disiapkan RSUD Dr Moewardi Surakarta untuk menangani pasien yang terindikasi virus Corona, Senin (27/1/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIRuangan isolasi khusus yang disiapkan RSUD Dr Moewardi Surakarta untuk menangani pasien yang terindikasi virus Corona, Senin (27/1/2020).


KOMPAS.com – Masyarakat yang bermukim jauh dari bandara maupun pelabuhan internasional dirasa tetap perlu meningkatkan kewasapadaan terhadap infeksi virus corona baru atau 2019-nCov.

Hal itu diungkapkan Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dr. Jatu Aphridasari, Sp.P (K) saat menjadi narasumber dalam Talkshow "Kesiapan RSUD Dr. Moewardi Menghadapi Corona Virus Jenis Baru" yang ditayangkan secara live streaming di media sosial rumah sakit, Selasa (28/1/2020).

Penularan virus corona cepat

Menurut dia, penyebaran virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, China tersebut tergolong cepat.

Baca juga: Berapa Tinggi Demam yang Jadi Gejala Virus Corona? Ini Kata Dokter

Penyebarannya bahkan lebih cepat dibanding Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) maupun Middle Eastern Respiratory Syndrome (MERS).

“Semua harus waspada, apalagi ada di antara mereka yang mengeluh demam tinggi,” terang Jatu.

Jatu menyampaikan rasio angka kematian akibat virus corona memang tergolong rendah atau lebih rendah dibanding MERS maupun SARS.

Hingga Selasa pagi, tingkat kematian akibat virus corona yakni terdeteksi sekitar 2 persen dibanding total yang terinfeksi.

Sementara presentase kematian MERS atau SARS dibanding jumlah orang yang terinfeksi jauh dari angka itu.

Kondisi itulah yang akhirnya membuat kasus Wuhan coronavirus dianggap menjadi masalah yang lebih besar.

“Penularan corona virus mulanya dari hewan ke manusia. Kemudian kini bisa dengan mudah menular dari manusia ke manusia,” jelas Jatu.

Baca juga: Cara Pakai Hand Sanitizer untuk Cegah Penularan Infeksi Virus Corona

Kewaspadaan

Jatu menyampaikan kewaspadaan terhadap infeksi Wuhan coronavirus patut dilakukan oleh semua pihak, termasuk penyediaan layanan kesehatan dan individu masyarakat masing-masing.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Selain Kecanduan, Pengguna Ganja Lebih Berisiko Alami Stroke

Health
Coxsackie

Coxsackie

Penyakit
Demam saat Haid, Apakah Normal?

Demam saat Haid, Apakah Normal?

Health
Hipotensi Ortostatik

Hipotensi Ortostatik

Penyakit
Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Apa Bahaya Sering Menahan Kencing?

Health
Sindrom ACA

Sindrom ACA

Penyakit
Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Benarkah Nasi Tidak Boleh Dipanaskan Lagi?

Health
Astrositoma

Astrositoma

Penyakit
4 Penyebab Kram pada Tangan

4 Penyebab Kram pada Tangan

Health
Divertikulum Meckel

Divertikulum Meckel

Penyakit
8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

8 Penyebab Gatal Tanpa Ruam pada Kulit, Bisa Jadi Gejala Kanker

Health
Trombosis Vena Dalam (DVT)

Trombosis Vena Dalam (DVT)

Penyakit
Myelofibrosis

Myelofibrosis

Penyakit
5 Makanan Pantangan Penderita Penyakit Liver

5 Makanan Pantangan Penderita Penyakit Liver

Health
Hiperpituarisme

Hiperpituarisme

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.