Kompas.com - 05/02/2020, 16:31 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCK Ilustrasi.

Berikut di antaranya:

  • Pingsan yang tanpa diketahui penyebabnya secara pasti (sinkop). Jika terjadi selama aktivitas fisik, kondisi itu bisa menjadi pertanda bahwa ada masalah dengan jantung anak muda tersebut
  • Punya riwayat kematian mendadak yang terjadi pada anggota keluarga lain sebelum berusia 50 tahun. Jika memiliki riwayat ini, seseorang patut berbicara dengan dokter tentang opsi skrining
  • Sesak nafas atau nyeri dada bisa menunjukkan bahwa seseorang berisiko mengalami kematian mendadak akibat kelainan jantung. Mereka juga bisa menunjukkan masalah kesehatan lainnya, seperti asma

Cara mencegah dan menangani 

Jika jantung seseorang berhenti karena sindrom kematian mendadak atau sudden death syndrome (SDS), respon darurat penting dilakukan untuk menyadarkan mereka. 

Langkah-langkah yang bisa diambil, termasuk cardiopulmonary resuscitation (CPR) atau teknik kompresi dada dan pemberian napas buatan maupun defibrilasi.

Setelah resusitasi, dokter bisa kemudian melakukan operasi untuk menempatkan defibrillator kardioverter implan atau implantable cardioverter defibrillator (ICD).

Perangkat ini dapat mengirim kejutan listrik ke jantung seseorang jika berhenti lagi di kemudian hari.

Melansir Health Line, hingga kini belum ada obat untuk sebagian besar penyebab kematian mendadak akibat jantung.

Baca juga: 6 Cara Membuat Salad yang Baik untuk Kesehatan Jantung

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Jika seseorang didiagnosis memiliki salah satu masalah sindrom kematian mendadak, dianjurkan mengambil langkah-langkah untuk membantu mencegah insiden fatal. 

Beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan, di antaranya:

  • Menghindari obat yang memicu gejala, seperti antidepresan dan obat penghambat natrium
  • Cepat mengobati demam
  • Berolahraga dengan hati-hati
  • Mempraktikkan langkah-langkah kesehatan jantung yang baik, termasuk makan makanan yang seimbang
  • Melakukan check-up secara teratur atau berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Cara Mengatasi Susah BAB saat Hamil

7 Cara Mengatasi Susah BAB saat Hamil

Health
10 Tanda Awal Demensia yang Harus Diwaspadai

10 Tanda Awal Demensia yang Harus Diwaspadai

Health
4 Hal yang Tanpa Disadari membuat Gairah Seks Pria Menurun

4 Hal yang Tanpa Disadari membuat Gairah Seks Pria Menurun

Health
8 Manfaat Cengkih bagi Kesehatan

8 Manfaat Cengkih bagi Kesehatan

Health
7 Manfaat Kumur dengan Air Garam untuk Kesehatan

7 Manfaat Kumur dengan Air Garam untuk Kesehatan

Health
3 Jenis Vitamin yang Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

3 Jenis Vitamin yang Ampuh Tingkatkan Daya Tahan Tubuh

Health
3 Cara Alami untuk Mengatasi Maag

3 Cara Alami untuk Mengatasi Maag

Health
9 Cara Mengobati Batuk Secara Alami

9 Cara Mengobati Batuk Secara Alami

Health
4 Manfaat yang Bisa Didapatkan Jika Mandi Pagi dengan Air Dingin

4 Manfaat yang Bisa Didapatkan Jika Mandi Pagi dengan Air Dingin

Health
Waspadai Serangan Jantung Saat Tidur, Begini Cara Mencegahnya…

Waspadai Serangan Jantung Saat Tidur, Begini Cara Mencegahnya…

Health
8 Bahaya Minuman Soda untuk Kesehatan

8 Bahaya Minuman Soda untuk Kesehatan

Health
Perbedaan Masker N95, KN95, KF94

Perbedaan Masker N95, KN95, KF94

Health
Dampak Perselingkuhan bagi Kesehatan Mental

Dampak Perselingkuhan bagi Kesehatan Mental

Health
Penyakit Ginjal pada Anak: Jenis, Tanda, Penyebab

Penyakit Ginjal pada Anak: Jenis, Tanda, Penyebab

Health
Apakah Anak Bisa Terkena Penyakit Ginjal?

Apakah Anak Bisa Terkena Penyakit Ginjal?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X