6 Penyebab Kematian Mendadak Selain Karena Serangan Jantung

Kompas.com - 18/02/2020, 11:01 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

Pemeriksaan kesehatan jantung

Melansir Buku Cintailah Jantung Kita: Mencegah Serangan Jantung (2016) karya I Wayan Wita, pemeriksaan paling sederhana yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mendeteksi penyakit  jantung, yakni dengan pemeriksaan fisik. 

Baca juga: 5 Jenis Makanan Pencegah Kanker hingga Sakit Jantung

Di mana, dokter akan mulai melihat (inspeksi), menyentuh (palpasi), mengetuk (perkusi) dan mendengrkan suara jantung (auskultasi). Alat bantu utamanya, yakni stetoskop.

Dari pemeriksaan terebut, dokter kemungkinan dapat menentukan apakah jantung pasien mengalami pembengkakan atau terjadi gangguan pada katup jantung.

Di samping pemeriksaan fisik, dokter biasanya juga membutuhkan pemeriksaan penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis.

Pemeriksan tersebut antara lain dapat berupa:

  • Sinar X atau rontgen dada
  • Rekam listrik jantung atau elektrokardiografi (EKG)
  • Ultrasonografi (USG) jantung 
  • Uji latih jantung dengan treadmill atau sepeda statis
  • Penyadapan jantung (angiografi koroner)

Pemeriksaan tersebut bakal dilakukan apabila terdapat indikasi yang dapat diketahui dari keluhan gejala yang mungkin pasien rasakan, seperti:

  • Nyeri dada
  • Berdebar-debarSesak napas
  • Kedua kaki bengkak
  • Cepat lelah saat beraktivitas berat maupun ringan

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X