Angin Duduk: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahan

Kompas.com - 28/02/2020, 08:00 WIB
Ilustrasi sakit champjaIlustrasi sakit

Jika Anda merasakan tanda-tanda tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Baca juga: Cebok Pakai Air atau Tisu, Mana yang Lebih Baik?

Pengobatan

Melansir laman Heart.org, angin duduk biasanya terjadi saat kita melakukan aktivitas fisik yang tinggi atau saat
sedang stres.

Untuk mengurangi gejala, ambilah jeda waktu untuk beristirahat dan konsumsi obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter.

Biasanya, dokter memberikan obat berupa nitrogliserin pada pasien. Nitrogliserin berfungsi untuk mengurangi rasa nyeri dada dengan melebarkan pembuluh darah.

Selain nitrogliserin, berikut obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati gejala angin duduk:

  • Aspirin
  • Trombolitik, untuk melarutkan gumpalan darah
  • Antiplatelet, untuk mencegah penggumpalan keping darah
  • Pengencer darah, seperti heparin
  • Antinyeri, seperti morfin
  • Penghambat reseptor beta, membantu mengurangi kerja otot jantung
  • Penghambat ACE, mengurangi tekanan darah dan stres pada jantung
  • Statin, mengontrol kolesterol.

Pencegahan

Mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati. Melansir Mayo Clinic, kita bisa melakukan tindakan pencegahan dengan perubahan gaya hidup seperti berikut:

  • Berhenti merokok
  • Memantau dan mengontrol kondisi kesehatan lainnya, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi dan diabetes
  • Mengonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan ideal.
  • Aktif berolahraga, setidaknya 150 menit per minggu. Kita juga bisa menambahkan latikah kekuatan selama 10 menit sebanyak dua kali seminggu dan melakukan peregangan tiga kali seminggu selama 5 hingga 10 menit setiap setiap sesi.
  • Mengurangi tingkat stres.
  • Batasi konsumsi alkohol.

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X