Kompas.com - 29/02/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

 

KOMPAS.com - Problematika kehidupan terkadang membuat seseorang terjebak dalam depresi dan kecemasan.

Kabar baiknya, para ahli telah menemukan cara jitu dan praktis untuk mengatasi hal tersebut.

Melansir laman Healhtline, penelitian telah membuktikan bahwa olahraga selama 150 menit dalam seminggu dapat membantu meringankan depresi dan kecemasan.

Penelitian tersebut dilakukan oleh ilmuwan dari University of South, Australia, dan MSH Medical School Hamburg, Jerman.

Baca juga: Kenali Perbedaan Stres dan Depresi yang Kerap Dianggap Sama

Riset dilakukan dengan menilai tingkat kecemasan dan depresi 683 atlet olahraga rekreasional. Dalam riset tersebut, para atlet juga diminta untuk melakukan latihan tertentu dengan intensitas yang sama.

Meskipun gejala khas depresi, seperti kesedihan atau keputusasaan, mudah dikenali, ada gejala yang mungkin kurang terlihat.

Dari hasil riset, terungkap bahwa atlet yang melakukan aktivitas fisik tingkat sedang selama 150 menit per minggu memiliki kesehatan mental yang lebih baik.

Menurut peneliti, obat-obatan memang memainkan peranan penting dalam kesehatan mental namun memiliki keterbatasan.

Untuk mengatasi keterbatasan itu, kata peneliti, olahraga bisa menjadi solusinya. Katja Siefken, peneliti dari School of Health Sciences di University of South Australia, mengatakan bahwa berbagai bentuk olahraga memberi pengaruh positif pada kesehatan mental dengan cara yang berbeda.

Dalam riset tersebut, peneliti juga menemukan bahwa olahraga yang dilakukan di luar ruangan, terutama ruang terbuka hijau, memberi manfaat yang lebih baik bagi kesehatan mental.

Efek olahraga pada kesehatan mental

Melansir SehatQ, tubuh akan mengeluarkan hormon endorfin yang berperan penting dalam menghilangkan tekanan dan rasa khawatir dalam diri.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Healthline,,
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Penyebab Hipertensi pada Lansia dan Cara Mencegahnya

Health
7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

7 Herbal yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Jantung

Health
Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Pelonggaran Aturan Pakai Masker Bikin Cemas, Begini Cara Mengatasinya…

Health
6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

6 Cara Mencegah Kanker Usus Besar

Health
Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Update Hepatitis Akut: 4 Orang Bisa Sembuh

Health
4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

4 Gejala Flu Singapura yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Mengapa Sarapan Penting untuk Kesehatan?

Health
Mengapa Manusia Butuh Protein?

Mengapa Manusia Butuh Protein?

Health
Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Mengapa Stres Bisa Membuat Kita Jatuh Sakit?

Health
Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Mengapa Stres Bisa Menganggu Siklus Menstruasi?

Health
Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Pentingnya Vaksin Kanker Serviks

Health
Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Gejala Klamidia, Infeksi Menular Seksual yang Suka Muncul Diam-diam

Health
7 Penyebab Hipertensi pada Anak

7 Penyebab Hipertensi pada Anak

Health
Flu Tulang

Flu Tulang

Penyakit
12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

12 Penyebab Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.