Kompas.com - 01/03/2020, 10:35 WIB

KOMPAS.com - Tanpa penanganan yang tepat dan cepat, tumor otak bisa berkembang menjadi kanker yang mengancam jiwa.

Kemungkinan manusia untuk mengalami kanker otak memang hanya 1 persen selama hidupnya. Namun, tanda-tanda awal tumor otak yang diabaikan begitu saja akan menyebabkan masalah serius.

Melansir Cleveland Clinic, ahli neuro-onkologi Manmeet Ahluwalia mengatakan bahwa tidak ada tanda spesifik yang menunjukan adanya tumor di otak kita.

Baca juga: Tumor Otak: Gejala, Jenis, Penyebab, Faktor Risiko, dan Cara Menangani

"Tumor otak dapat hadir dengan banyak tanda dan gejala berbeda, tergantung di bagian otak mana tumor itu berada," ucap dia.

Ada sekitar 120 jenis tumor otak dengan gejala berbeda-beda. Namun, sebagian besar tanda-tanda tumor otak bisa berupa hal-hal berikut ini:

1. Kejang

Tumor dapat membuat neuron otak melakukan aktivitas berlebihan sehingga menyebabkan kejang.

2. Bingung dan pikun

Sering merasa bingung dan pikun juga bisa menjadi pertanda adanya tumor di otak kita.

3. Perubahan kepribadian atau perilaku

Pada penderita tumor lobus frontal, khususnya, dapat mengubah kepribadian pasien. Misalnya, orang yang pendiam menjadi lebih banyak bicara.

4. Keseimbangan tubuh hilang

Tumor batang otak dapat menyebabkan hilangnya keseimbangan atau gerakan canggung. Pasalnya, fungsi motorik dikendalikan oleh area batang otak.

5. Masalah penglihatan

Tumor di area otak yang mengontrol penglihatan dapat memengaruhi penglihatan. Hal ini bisa membuat penglihatan kita kabur, kehilangan penglihatan, atau mengalami penglihatan.

6. Sakit kepala

Pada penderita tumor otak, sakit kepala biasanya bertahan selama lebih dari beberapa hari, yang bisa disertai rasa mual atau muntah.

7. Tubuh melemah

Gejala tumor otak bisa membuat penderitanya merasa lemas dan lemah. Bahkan, mereka yang mengalami tumor otak bisa Kehilangan kekuatan pada lengan atau kaki.

Faktor Risiko

Melansir SehatQ, penyebab tumor otak belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risikonya, seperti:

  • Usia. Risiko tumor otak meningkat seiring dengan bertambahnya usia walaupun sering terjadi pada anak-anak.
  • Riwayat. Apabila sebelumnya pernah menderita kanker, maka peluang untuk terkena tumor otak menjadi lebih besar.
  • Terkena paparan radiasi. Paparan sinar radiasi juga meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Biasanya lebih berpeluang pada orang yang telah menjalani radioterapi, CT scan, atau foto rontgen kepala.
  • Genetik. Beberapa gangguan genetik dapat meningkatkan risiko penyakit ini, seperti tuberous sclerosis, neurofibromatosis tipe 1, neurofibromatosis tipe 2, dan sindrom Turner.
  • HIV atau AIDS. Pengidap HIV memiliki risiko lebih besar untuk menderita tumor otak.

Baca juga: Awas, Obesitas Bisa Picu 5 Jenis Kanker Ini

Pengobatan

Jika mengalami tanda-tanda tersebut, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Pengobatan sejak dini sangat diperlukan karena memberikan peluang untuk sembuh lebih besar.

Pengobatan bergantung pada ukuran, jenis, dan kondisi tumor otak Anda. Pengobatan ini sebaiknya ditangani oleh ahlinya, seperti:

  • Ahli saraf onkologi
  • Ahli bedah saraf
  • Ahli onkologi medis

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.