Kompas.com - 01/03/2020, 12:12 WIB
Stan makanan gudeg yogyakarta di Javanese Food Festival Mal Mangga Dua. Kompas.com / Yana Gabriella WijayaStan makanan gudeg yogyakarta di Javanese Food Festival Mal Mangga Dua.

KOMPAS.com – Siapa yang tak kenal gudeg? Rasa-rasanya, hampir semua orang di Indonesia sudah tak asing dengan makanan khas Yogyakarta ini.

Gudeg gori biasanya dapat ditemui dalam dua jenis, yakni gudeg kering dan gudeg basah.

Gudeg kering terbuat dari nangka muda yang dipotong kecil-kecil, kemudian dimasak dengan bumbu-bumbu seperti:

  • Bawang merah
  • Bawang putih
  • Ketumbar
  • Gula merah
  • Garam
  • Daun Salam
  • Lengkuas
  • Air asam jawa

Agar gudeg berwarna kecokelatan, selama perebusan digunakan daun jati, daun jambu biji, dan kulit bawang merah.

Baca juga: Terbuat dari Ampas Tahu, Ini Manfaat Tempe Gembus bagi Kesehatan

Pada dasarnya, proses pembuatan gudeg kering serupa dengan gudeg basah. Bedanya, gudeg kering biasanya dimasak hingga 12 jam untuk menghasilkan gudeg benar-benar kering.

Gudeg basah maupun kering biasanya diajikan dengan ayam atau telur dan sambal goreng temped an krecek.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai penambah cita rasa, gudeg bisa disiram areh kental yang terbuat dari santan sehingga menambah sensasi rasa gurih dan nikmat.

Kandungan gizi gudeg gori

Menurut Buku Kandungan Zat Gizi Makanan Khas Yogyakarta (2014) karya Lily Arsanti Lestari dkk., satu porsi gudeg lengkap dengan nasinya dapat memberikan sumbangan asupan kalori dan karbohidrat yang cukup tinggi bagi tubuh setelah dikonsumsi.

Baca juga: 8 Faktor Penyebab Kolesterol Tinggi, Tak Hanya dari Makanan

Kandungan lemak dan protein pada gudeg juga sangat tinggi.

Oleh sebab itu, hal ini bisa menjadi kewaspadaan bagi para penderita penyakit degeneratif terutama hiperkolesterol untuk sebaiknya membatasi konsumsi nasi pada gudeg.

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

9 Gejala Anemia pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Health
Herpes Genital

Herpes Genital

Penyakit
Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Hubungan Anemia dan Gagal Jantung yang Penting Diketahui

Health
Sindrom Kompartemen

Sindrom Kompartemen

Penyakit
Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Menopause Dini pada Wanita Terjadi Pada Usia Berapa?

Health
Cacat Intelektual

Cacat Intelektual

Penyakit
6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

6 Perubahan Gaya Hidup untuk Mencegah Penyakit Jantung

Health
Hepatitis A

Hepatitis A

Penyakit
11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

11 Tanda Gagal Jantung dan Penyebabnya

Health
Penyakit Jantung Koroner

Penyakit Jantung Koroner

Penyakit
9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

9 Jenis Gagal Jantung yang Harus Diketahui

Health
Intoleransi Gluten

Intoleransi Gluten

Penyakit
6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

6 Penyebab Aterosklerosis yang Perlu Diwaspadai

Health
Nyeri Tumit

Nyeri Tumit

Penyakit
6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

6 Manfaat Tidur Terlentang yang Jarang Diketahui

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.