Kompas.com - 03/03/2020, 16:30 WIB
Penduduk yang tinggal di sekitar Gunung Taal melakukan evakuasi pasca-erupsi di Agoncillo, Batangas City, Filipina, Senin (13/1/2020). Abu vulkanik hingga lumpur menyelimuti sebagian kawasan di Filipina setelah meletusnya Gunung Taal pada Minggu (12/1/2020) lalu, dengan setidaknya 10.000 warga terdampak dilaporkan mengungsi. ANTARA FOTO/REUTERS/ELOISA LOPEZPenduduk yang tinggal di sekitar Gunung Taal melakukan evakuasi pasca-erupsi di Agoncillo, Batangas City, Filipina, Senin (13/1/2020). Abu vulkanik hingga lumpur menyelimuti sebagian kawasan di Filipina setelah meletusnya Gunung Taal pada Minggu (12/1/2020) lalu, dengan setidaknya 10.000 warga terdampak dilaporkan mengungsi.

KOMPAS.com - Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak gunung berapi aktif yang bisa meletus atau mengalami erupsi kapanpun.

Saat erupsi, gunung berapi bianya mengelurkan abu vulkanik yang berbahaya bagi kesehatan karena terdiri dari partikel-partikel halus batuan vulkanik yang terfragmentasi.

Partikel-partikel tersebut mampu mengiritasi paru-paru, mata, kulis dan saluran udara.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Konsumsi Buah dan Sayur untuk Tingkatkan Imunitas

Menurut data American Lung Association, orang-orang yang paling berisiko terdampak abu vulkanik adalah anak-anak dan remaja, manula, orang-orang dengan penyakit paru-paru, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis (COPD), penyakit kardiovaskular serta penderita diabetes.

Mereka yang beraktivitas atau bekerja di luar ruangan saat hujan abu vulkanik melanda adalah berisiko mengalami masalah kesehatan.

Gangguan kesehatan yang dapat ditimbulkan dari letusan gunung berapi umumnya berkaitan seputar permasalahan pernapasan, mata, serta kulit.

Melansir SehatQ, berikut 3 penyakit yang biasanya terjadi akibat paparan abu vulkanik:

1. Gangguan saluran pernapasan

Abu yang keluar saat letusan gunung berapi sangatlah halus, sehingga dapat dengan mudah masuk ke saluran pernapasan, terutama paru-paru. Abu tersebut juga mengandung zat silika yang berbahaya.

Umunya, gangguan penapasan yang terjadi akibat abu vulkanik ini menyebabkan nyeri dada dengan intensitas batuk dan iritasi yang meningkat.

Halaman:

Sumber CDC,,
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X