Kompas.com - 18/03/2020, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Menjaga kebersihan diri adalah cara utama untuk meminimalisir risiko infeksi virus, termasuk virus Corona jenis baru.

Oleh karena itu, kita disarankan untuk sesering mungkin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir.

Melansir laman Medical News Today, mencuci tangan adalah cara paling ampuh untuk memperlambat penyebaran penyakit menular, termasuk Covid-19.

Namun, terlalu sering mencuci tangan juga bisa menyebabkan kerusakan kulit, khususnya untuk mereka yang memiliki kulit kering.

Baca juga: 4 Cara Aman Pesan Antar Makanan di Tengah Pandemi Corona

Mereka yang penderita penyakit kulit tertentu seperti eksim dan psosiaris juga bisa mengalami kerusakan kulit jika terlalu sefing mencuci tangan.

Bahkan, mereka yang memliki kulit sehat juga bisa mengalami kulit pecah-pecah dan kering jika terlalu berlebihan dalam mencuci tangan.

"Terlalu sering mencuci tangan atau menggunakan pembersih tangan dapat menghilangkan protein dalam epidermis," ucap Zainab Laftah, konsultan dermatologis dari British Skin Foundation.

Menurut Laftah, hilangnya protein dalam epidermis bisa menyebabkan dermatitis kontak iritan pada tangan.

Dermatitis kontak iritan bisa membuat tangan kering dan kemerahan, bersisik dan gatal, terutama di ruas-ruas jari dan buku-buku jari.

Baca juga: Suplemen Vitamin C Tak Ampuh Tangkal Virus Corona

Selain itu, sabun dan air yang kita gunakan untuk mencuci tangan juga bisa menghilangkan minyak alami dan pelindung di kulit kita. Inilah yang membuat kulit menjadi kering.

"Hilangnya pelindung dan minyak alami di kulit akan membuat tangan menjadi kering dan pecah-pecah. Hal ini dapat meningkatkan risiko infeksi," ucap Justin Ko ahli dermatologis dari Stanford Health Care, dilansir dari laman Time.

Lalu, bagaimana cara mencegahnya?

Untuk mengatasi risiko tersebut, Laftah merekomendasikan agar kita menggunakan sabun cuci tangan yang mengandung pelembab.

Setiap selesai mencuci tangan, kita juga disarankan untuk mengaplikasikan pelembab untuk meminimalisir risiko iritasi.

Pelembab dapat membantu memperbaiki kulit luar yang rusak dan mengunci kelembaban di dalamnya.

Baca juga: 5 Cara Mencegah Kesepian saat Karantina Mandiri

Oleh karena itu, mengaplikasikan pelembab usai mencuci tangan membantu meminimalisir risiko kulit kering dan iritasi.

Pelembab tangan yang ideal adalah pelembab yang tinggak mengandung iritan, seperti retinolm akergen atau pewangi.

Selain itu, sabun tangan yang kita gunakan juga harus terbebas dari pewangi untuk meminimalisir risiko tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.