Kompas.com - 24/03/2020, 16:01 WIB
Ilustrasi batuk ShutterstockIlustrasi batuk

KOMPAS.com – Infeksi virus corona baru penyebab Covid-19 dan penyakit tuberkulosis (TBC) diketahui sama-sama dapat menimbulkan gejala batuk pada seseorang.

Meski demikian, menurut Dokter Spesialis Paru RSUD Dr. Moewardi Surakarta, dr. Artrien Adhiputri, Sp.P., M.Biomed, gejala batuk yang muncul akibat virus corona memiliki ciri yang berbeda dengan batuk karena TBC.

Dia menjelaskan gejala batuk akibat infeksi virus corona yang memiliki nama resmi SARS-CoV-2 itu bersifat akut. Sedangkan, batuk akibat penyakit TBC dikenal bersifat kronis.

Baca juga: Ciri-ciri Demam, Batuk, Sesak Napas pada Infeksi Virus Corona

dr. Artrien menerangkan, ciri batuk yang mengindikasikan seseorang menderita Covid-19, yakni batuk kering yang terjadi secara terus menurus.

Batuk tersebut bisa terjadi setidaknya dalam waktu setengah hari.

Meski tidak semua orang yang mengalami batuk kering bisa disebut 100 persen positif Covid-19, tapi batuk jenis ini lebih berpotensi menjadi gejala infeksi virus corona daripada batuk yang mengeluarkan dahak.

Pada penderita Covid-19, gejala batuk biasanya disertai juga dengan demam dan sesak napas.

Gejala tersebut biasanya muncul antara 2-14 hari setelah terpapar virus.

Sedangkan, batuk akibat penyakit TBC biasanya disertai dengan dahak kental dan kadang-kadang muncul bercak darah.

Selain batuk berdahak, pengidap penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis itu juga bisa merasakan gejala lain, seperti:

  • Nyeri dada
  • Sesak napas
  • Demam menggigil
  • Berkeringat secara berlebihan di malam hari
  • Nasfsu makan turun sehingga bisa mengakibatkan penurunkan berat badan secara drastis

“Penyakit TBC masa inkubasinya lebih lama dari infeksi virus corona. Masa inkubasi itu, kuman yang sudah masuk tapi belum jadi gejala. Masih ada peperaangan di tubuh,” jelas dr. Artrien saat menjadi narasumber dalam talkshow membahas tema TOSS TBC dalam rangka Hari Tuberkulosis Sedunia yang disiarkan secara live streaming di akun media RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Rabu (24/3/2020).

Beda penanganan pasien Covid-19 dengan TBC

dr. Artrien juga menjelaskan perbedaan penanganan pasien penyakit Covid-19 dengan TBC.

Menurut dia, penderita infeksi virus corona perlu dirawat di ruang isolasi bertekanan negatif.

Hal itu diperlukan untuk mencegahan penularan virus corona yang terbilang begitu mudah dari satu orang ke orang lainnya.

Baca juga: Antibiotik Tak Efektif Cegah dan Tangani Virus Corona

Sementara, penderita TBC bisa dirawat di ruang perawatan pada umumnya, hanya memang sebaiknya terpisah dengan pasien penyakit lain.

Ruangan yang digunakan untuk merawat pasien TBC malah dianjurkan terbuka, yakni tersedia sarana fentilasi yang cukup untuk keluar masuk udara, termasuk sinar matahari.

Penderita TBC di rumah pun tak harus diisolasi beberapa bulan hingga sebuh. dr. Artrien mengatakan, mereka bisa hidup seperti biasa.

“Ruangan untuk penderita TBC ini malah yang penting punya sirkulasi bagus, sinar matahari bisa masuk. Dengan begitu mereka bisa sehat, bisa hirup udara baru,” jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Infeksi Usus
Infeksi Usus
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.