Kompas.com - 03/04/2020, 10:10 WIB
warga AS Jillian Kislow membuat masker wajah untuk teman-temannya di dapurnya selama wabah global penyakit coronavirus (COVID-19) di Pasadena, California, AS, 26 Maret 2020. REUTERS/MARIO ANZUONIwarga AS Jillian Kislow membuat masker wajah untuk teman-temannya di dapurnya selama wabah global penyakit coronavirus (COVID-19) di Pasadena, California, AS, 26 Maret 2020.

KOMPAS.com - Masker kain kini jamak digunakan sebagai jalan alternatif menekan penularan Covid-19.

Masker nonmedis ini dibuat dari bahan kaus, tisu basah, kain lap dapur, kain seprai, sampai kain katun tahan air.

Langkah tersebut diambil menyusul kelangkaan masker sekali pakai (masker medis) di tengah merebaknya infeksi virus corona jenis SARS-CoV-2.

Sedangkan, masker bedah dan masker N95 diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, orang sakit, perawat orang sakit, serta orang yang berisiko tertular Covid-19.

Baca juga: Rusak Masker Bekas untuk Cegah Penularan Corona, Begini Caranya...

Efektivitas masker untuk cegah penularan virus corona

Otoritas kesehatan di Korea Selatan, Jepang, Slovakia, Thailand, sampai Hong Kong menyarankan orang sehat tetap menggunakan masker untuk menekan penyebaran virus corona.

Ahli epidemiologi dari University of Oxford Shuo Feng berpendapat, penggunaan masker saat berada di luar rumah dapat mencegah kemungkinan seseorang terinfeksi virus corona.

Terutama untuk mengantisipasi penularan Covid-19 dari penderita yang tidak menunjukkan gejala sakit (asimptomatik) atau mengalami gejala infeksi yang ringan.

"Orang dewasa terutama golongan rentan seperti kalangan lansia dan penderita penyakit kronis harus menggunakan masker saat ke luar rumah," jelas Feng, seperti dilansir Newsweek (31/3/2020).

Dengan pertimbangan masker bedah dan respirator untuk orang yang lebih membutuhkan, masker berbahan kain bisa menjadi alternatif pencegahan penularan penyakit.

Lantas, bagaimana memilih masker kain yang tepat untuk mencegah penularan virus corona?

 Baca juga: Salah Kaprah Masker Bedah Dicuci dan Masker Tisu Basah

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Apa Saja Penyebab Penyakit Ginjal?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Lanjut

Health
Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Bagaimana Pengobatan Rumahan Saraf Kejepit?

Health
Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Ciri-ciri Kanker Usus Besar Tahap Awal

Health
10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

10 Gejala Kanker Usus Stadium Awal yang Pantang Disepelekan

Health
Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Seberapa Mengerikan Penyakit Diabetes?

Health
Sindrom Steven-Johnson

Sindrom Steven-Johnson

Penyakit
Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Kenali 4 Faktor Risiko Leukimia

Health
Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Apa Manfaat dan Efek Samping Suntik Vitamin C?

Health
Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Bagaimana Cara Hadapi Orang Bertendensi Bunuh Diri?

Health
Apa Penyebab Kulit Kering?

Apa Penyebab Kulit Kering?

Health
4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

4 Cara Mudah Mengatasi Sembelit

Health
8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

8 Cara Mengatasi Sakit Kepala saat Kepanasan

Health
Sindrom Asperger

Sindrom Asperger

Penyakit
Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Seberapa Sering Normalnya Kita Harus Buang Air Besar?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.