Kompas.com - 04/04/2020, 11:30 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Rutinitas dan permasalahan dalam hidup tak jarang membuat kita merasa stres.

Meski berasal dari pikiran, stres ternyata bisa menular dan mengakibatkan berbagai masalah kesehatan pada fisik kita.

Riset yang dilakukan oleh ilmuwan dari Max Planck Institute for Cognitive and Brain Sciences dan Dresden University of Technology telah membuktikannya.

Dalam riset tersebut, peneliti berhasil mengungkap bahwa berada di sekitar orang yang mengalami stres, baik itu orang terdekat atau orang asing, juga bisa membuat kita merasa stres.

Baca juga: Trikotilomania, Kelainan yang Membuat Anda Senang Menarik Rambut

Bahkan, tingkat stres yang kita rasakan bisa diukur secara fisik. Untuk mendapatkan temuan tersebut, peneliti merekrut 211 mahasiswa yang dibagi dalam dua kelompok.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelompok pertama diminta untuk menyelesaikan soal aritmatika yang sulit dan melakukan sesi interview untuk memicu stres.

Sementara itu, kelompok kedua hanya bertugas sebagai pengamat kelompok pertama saat mengerjakan soal aritmatikan dan melakukan sesi interview melalui cermin satu arah dan transmisi video.

Dari analisis data, terungkap bahwa 95 persen peserta riset menunjukan tanda-tanda stres.

Bahkan, sebesar 26 persen kelompok yang hanya melakukan pengamatan - yakni kelompok kedua - mengalami peningkatan hormon kortisol.

Riset dari Universty of British Columbia juga membuktikan hal yang sama. Dalam riset tersebut, peneliti mengumpulkan sampel air liur dari 400 siswa sekolah dasar.

Dari riset tersebut, peneliti menemukan bahwa para siswa memiliki kadar kortisol atau hormon stres tinggi ketika mereka belajar bersama guru yang mengalami stres.

Baca juga: Tak Hanya Orang Dewasa, Anak-anak Juga Bisa Alami Bipolar

Ciri-ciri stres

Terkadang, orang tidak menyadari bahwa dirinya sedang mengalami stres. Hal ini bisa berkembang menjadi stres kronis yang bisa mengakibatkan masalah kesehatan.

Melansir laman Mountelizabeth, stres bisa mengakibatkan berbagai penyakit kronis, seperti gangguan jantung, sindrom iritasi usur besar, sakit kepala, dan alzheimer.

Oleh karena itu, kita harus menyadari tanda-tanda stres yang mulai muncul dalam diri kita. Melansir laman Mind, berikut tanda-tanda stres dalam diri kita:

  • mudah marah, agresif, tidak sabar atau merasa terlalu lelah
  • cemas, gugup atau takut
  • pikiran terasa berpacu dan tidak dapat dihentikan
  • tidak dapat merasa rileks
  • merasa sedih yang terlalun dalam atau depresi
  • tidak tertarik dengan kehidupan
  • kehilangan selera humor
  • khawatir tentang kesehatan Anda
  • merasa diabaikan atau kesepian.

Baca juga: Lakukan 5 Hal Ini agar Badan Tak Stres Saat Kerja di Rumah

Lalu, apa yang harus kita lakukan agar terhindar dari stres?

Melihat dampak stres yang begitu besar bagi kesehatan fisik, kita harus melakukan langkah-langkah khusus untuk mencegah munculnya stres.

Melansir Mayo Clinic, untuk meminimalisir stres kita harus melakukan manajemen stres. Berikut caranya:

  • melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • berlatih teknik relaksasi, seperti pernapasan dalam, meditasi, yoga, tai chi atau pijat
  • menjaga selera humor
  • menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman
  • sisihkan waktu untuk hobi, seperti membaca buku atau mendengarkan musik
  • mengonsumsi makanan bergizi
  • istirahat yang cukup
  • menghindari penggunaan tembakau, konsumsi kafein berlebihan dan alkohol serta penggunaan narkotika.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Cacar Api
Cacar Api
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Gejala Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Sindrom Tourette

Sindrom Tourette

Penyakit
6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

6 Cara Mengatasi Postnasal Drip Sesuai Peyebabnya

Health
Babesiosis

Babesiosis

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.