5 Golongan Penyebab Penyakit akibat Kerja

Kompas.com - 07/04/2020, 10:01 WIB
Ilustrasi duduk sakit pinggang spukkatoIlustrasi duduk sakit pinggang
  • Debu yang menyebabkan pnemokoniosis, di antaranya silicosis, bisinosis, asbestosis, dan lain-lain
  • Uap yang di antaranya menyebabkan metal fume fever dermatitis, atau keracunan
  • Gas, misalnya keracunan oleh CO2H2S
  • Laruran yang dapat menyebabkan dermatitis
  • Awan atau kabut, misalnya racun serangga dan racun jamur yang dapat menimbulkan keracunan

3. Golongan infeksi

Golongan infeksi, misalnya oleh:

  • Bakteri
  • Virus
  • Parasit
  • Jamur

Baca juga: Beda Cara Penularan Virus Corona Secara Langsung dan Tidak Langsung

4. Golongan fisiologis

Penyabab penyakit akibat kerja yang termasuk golongan fisiologis, yakni disebabkan oleh:

  • Kesalahan-kesalahan konstruksi mesin
  • Sikap badan kurang baik
  • Salah cara melakukan pekerjaan
  • Aktivitas lain yang dapat menimbulkan kelelahan fisik, bahkan lambat laun perubahan fisik tubuh pekerja

5. Golongan mental- psikologis

Penyakit akibat kerja yang dimaksud pada golongan ini, yakni:

  • Depresi
  • Stres psikologis

Baca juga: Lakukan 9 Hal Ini Agar Tak Stres Saat di Rumah Aja karena Corona

Dalam Buku Saku Kesehatan Kerja Edisi 3 (2005) karya J.M. Harrington & F. S. Gill, dijelaskan bahwa saat ini, tugas untuk memberikan layanan kesehatan kerja bagi semua pekerja belum mencapai ideal, sekalipun di negara maju.

Lebih jauh lagi, meskipun bayak penyakit akibat kerja yang kuno sudah dapat dikendalikan atau disingkirkan tapi penyakit aru muncul ke permukaan. 

Oleh sebab itu, maka jelas bagi setiap orang atau pekerja lebih baik mempersiapkan segala hal terlebih dahulu sebelum bekerja sebagai langkah antisipasi agar tidak mendapati penyakit akibat kerja.

 

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X