Kompas.com - 13/04/2020, 15:58 WIB
Foto ilustrasi antiseptik cair untuk tangan. Kompas.com/Josephus PrimusFoto ilustrasi antiseptik cair untuk tangan.

KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 membuat masyarakat berlomba-lomba menjaga diri agar jangan sampai tertular virus corona baru.

Salah satu yang jamak dilakukan, yakni memanfaatkan antiseptik untuk mengurangi risiko infeksi virus corona baru tersebut.

Antiseptik adalah senyawa kimia yang berungsi menghambat atau memperlambat pertumbuhan mikroorganisme, bahkan bisa membunuh kuman.

Baca juga: Apa itu Antiseptik?

Karena banyak yang mencari dan memanfaatkan, atiseptik pun kemudian semakin sulit ditemukan di pasaran.

Jika Anda termasuk orang yang mengalami kesulitan memperoleh antisiptik tersebut, ada baiknya mendengarkan saran dari dokter berikut ini.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Dr. dr. Prasetyadi Mawardi, Sp.KK (K), menyarankan bagi siapa saja yang kini merasa kesulitan mendapatkan antiseptik untuk tidak panik atau kuatir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo itu, mengatakan penggunaan antiseptik memang baik sebagai upaya mencegah penyebaran infeksi Covid-19.

Antiseptik bisa dimanfaatkan untuk membersihkan tangan setelah menyentuh barang-barang atau sesuatu yang sekiranya bisa menyalurkan kuman penyebab penyakit.

Salah satu jenis antiseptik yang biasa digunakan, yakni alkohol dengan konsentrasi 60-70 persen.

Gantinya dengan rajin cuci tangan

Namun, jika tak ada pun, menurut dr. Pras, hal itu bukan menjadi masalah yang besar. Pasalnya, penggunaan antiseptik bisa digantikan dengan kebiasaan mencuci tangan.

Dia menegaskan, mencuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan sabun juga efektif untuk mencegah Covid-19.

Baca juga: Cuci Tangan Pakai Air Dingin atau Air Hangat, Mana yang Lebih Baik?

dr. Pras memberi tahu cara mencuci tangan yang baik dan benar untuk menghindari infeksi virus corona.

Dia meminta siapa saja untuk rajin cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun minimal selama 20 detik.

dr. Pras menerangkan durasi itu penting juga untuk diperhatikan karena sabun membutuhkan waktu untuk mengangkat kuman-kuman di tangan untuk dibuang bersama aliran air.

Selain itu, cuci tangan selama 20 detik juga diperlukan agar sabun bisa mengingat molekul air dan minyak secara bersamaan dengan maksimal.

Baca juga: Dokter: Masker Hanya Efektif jika Diiringi Kebiasaan Cuci Tangan

dr. Pras menambahkan, cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun hendaknya juga dilakukan dengan memerhatikan langkah-langkah yang benar.

Berikut cara mencuci tangan yang direkomendasikan:

  1. Basahi tangan dengan air
  2. Taungkan sabun sedukupnya hingga menyeluruh
  3. Gosokkan kedua telapak tangan
  4. Telapak kanan di atas punggung tangan kiri dengan jari saling terikat, dan sebaliknya
  5. Gosokkan kedua telapak dengan jari saling terkait
  6. Kedua telapak tangan saling berhadapan kemudian jari saling mengunci
  7. Gosok jempol kiri memutar sambil digenggam telapak tangan kanan, dan sebaliknya
  8. Jari tangan menguncupkan pada telapak kiri, gosok memutar, ke belakang dank e depan, lalu sebaliknya
  9. Bilas tangan dengan air mengalir
  10. Keringkan tangan secara sempurna dengan tisu sekali pakai
  11. Gunakan tisu untuk mematikan keran
  12. Tangan sudah aman

“Yang perlu selalu diingat saat cuci tangan, jangan sampai lupa membersihkan bagian sela-sela jari, belakang tangan, dan kuku juga,” jelas dr. Pras saat diwawancara Kompas.com, Senin (13/4/2020).

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

4 Cara Mengobati Penyakit Prostat, Tak Selalu Perlu Operasi

Health
Ejakulasi Tertunda

Ejakulasi Tertunda

Penyakit
4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

4 Faktor yang Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Health
Liposarkoma

Liposarkoma

Penyakit
7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

7 Hal yang Membut Anda Mudah Merasa Lelah

Health
Batu Empedu

Batu Empedu

Penyakit
12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

12 Makanan yang Mengandung Seng Tinggi

Health
Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Kelumpuhan Tidur (Sleep Paralysis)

Penyakit
4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

4 Jenis Orang yang Rentan Mengalami Kekurangan Zat Besi

Health
Gastroparesis

Gastroparesis

Penyakit
Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Apa itu Demensia? Kenali Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Trikotilomania

Trikotilomania

Penyakit
Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Kenali Apa itu Infeksi Liver, Gejala, Penyebab, Cara Mengobatinya

Health
Coccidioidomycosis

Coccidioidomycosis

Penyakit
7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

7 Nutrisi yang Baik untuk Kesehatan Mata, Bukan Hanya Vitamin A

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.