Kompas.com - 13/04/2020, 18:01 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Berlaku 2 minggu - 2 bulan

Obat dalam bentuk sirup aman digunakan dalam rentang waktu 2 minggu sampai 2 bulan saja setelah dibuka asal penyimpanannya cukup baik.

Akan tetapi, obat cair berbentuk suspensi, yakni seperti sirup tapi lebih kental dan mengandung lebih sedikit gula, sebaiknya hanya digunakan sampai 1 minggu setelah dibuka tutupnya.

Untuk memastikannya, Anda bisa menanyakan kepada apoteker, apakah obat yang didapat merupakan sirup atau suspensi?

Namun, secara garis besar cara penyimpanan obat cair bentuk dan suspensi tersebut tidak jauh beda.

 

Berikut cara penyimpanan yang disarankan:

  • Tulis tanggal berapa obat mulai dibuka atau dipakai pada kardus atau botol
  • Simpan obat cair dalam ruangan bersuhu 20 derajat celsius atau di dalam lemari es bersuhu 5-10 derajat celsius dengan membungkusnya terlebih dahulu dalam kertas atau kantong pastik hitam untuk memperpanjang masa simpan obat
  • Jangan menyimpan obat sirup di dalam freezer
  • Jauhkan obat dari jangkauan anak-anak
  • Tempatkan obat di wadah khusus
  • Simpan obat di tempat kering dan terlindung dari sinar matahari
  • Tutup botol sirup dengan rapat

Anda juga disarankan untuk membaca petunjuk cara penyimpanan obat yang tertera di kemasan atau brosur kemasan meski obat tersebut diperoleh atas resep dokter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jangan Salah, Ternyata Begini Aturan Minum Obat 2 Kali Sehari

Resep dokter tidak akan mengurangi hak konsumen untuk mendapat informasi yang lengkap tentang obat yang akan dikonsumsinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Akathisia
Akathisia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

5 Cara Atasi Sakit Punggung saat Hamil

Health
Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Stres Bisa Picu Tekanan Darah Tinggi, Begini Alasannya

Health
Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Masturbasi saat Haid, Apakah Berbahaya?

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.