Kompas.com - 17/04/2020, 08:08 WIB
ilustrasi pneumotoraks shutterstock/decade3dilustrasi pneumotoraks

Pneumotoraks spontan primer bisa terjadi pada orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit paru-paru.

Beberapa orang yang lebih berisiko mengalami pneumotoraks spontan primer antara lain:

  • Perokok
  • Pria jangkung atau tinggi badan di atas rata-rata
  • Orang yang terlalu kurus
  • Orang berusia 15-34 tahun
  • Punya keluarga pengidap pneumotoraks

Jika mendapat perawatan medis dengan tepat, pneumotoraks spontan primer biasanya tidak berakibat fatal.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Tidur Pakai Kipas Angin Sebabkan Paru-paru Basah?

2. Pneumotoraks spontan sekunder

Pneumotoraks spontan sekunder bisa disebabkan berbagai penyakit dan gangguan paru-paru. Antara lain:

  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Cystic fibrosis
  • Penyakit asma kronis
  • Infeksi paru seperti TBC atau pneumonia
  • Sarkoidosis
  • Endometriosis toraks
  • Fibrosis paru-paru
  • Kanker paru-paru dan sarkoma
  • Gangguan pada jaringan ikat seperti radang sendi, sclerosis sistemik, polymyositis, sampai dermatomyositis
  • Pada anak-anak bisa disebabkan campak, menghirup benda asing, dan echinococcosis

Baca juga: Mengapa Ventilator Penting untuk Selamatkan Pasien Virus Corona?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Pneumotoraks traumatis

Pneumotoraks traumatis bisa disebabkan cedera pada paru-paru yang disebabkan trauma atau sesuatu yang merusak dinding dada dan ruang pleura.

Penyebab traumatis paling umum bisa karena patah tulang rusuk saat cedera olahraga, kecelakaan, luka tikaman, atau trauma akibat ledakan.

Patahan tulang rusuk tersebut dapat menusuk dinding dada dan merusak jaringan paru-paru

Penyelam scuba yang bernapas di bawah laut dengan tangki udara terkompresi juga perlu mengantisipasi pneumotoraks.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Angiosarkoma
Angiosarkoma
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

4 Tanda Awal Penyakit Hati yang Disebabkan oleh Alkohol

Health
Hiperparatiroidisme

Hiperparatiroidisme

Penyakit
5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

5 Makanan Sehat untuk Bantu Menghilangkan Stres

Health
Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Penyakit
3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

3 Perbedaan Gejala Demam Berdarah (DBD) dan Tipes

Health
Sakit Lutut

Sakit Lutut

Penyakit
3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

3 Cara Mudah Agar Kamu Bisa Tidur Nyenyak

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.