Kompas.com - 30/04/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Pandemi corona menuntut anak-anak untuk tinggal di rumah dan belajar dari rumah.

Praktis, banyak anak-anak menghabiskan waktu di depan layar gawai seperti handphone (HP), televisi, tablet, komputer dll. atau berkutat dengan buku seharian.

Padahal, paparan gawai berlebihan dan berkutat dengan buku seharian rentan mengganggu kesehatan mata anak.

Baca juga: Orangtua, Ini Alasan Anak Sebaiknya di Rumah Saja saat Wabah Corona

Dokter spesialis mata anak Children's Hospital of Philadelphia AS, Ayesha Malik, OD menjelaskan, terlalu banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan bisa memicu mata minus atau rabun jauh pada anak.

Miopia atau mata minus adalah gangguan penglihatan pemicu mata seseorang tidak jelas saat melihat objek yang letaknya jauh.

Menurut Malik, saat berada di dalam ruangan, sebagian anak-anak cenderung menghabiskan waktu untuk memandang layar HP atau televisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Paparan sinar matahari alami penting untuk kesehatan mata," jelas Malik.

Baca juga: 5 Cara Membantu Anak-anak Atasi Stres Selama Pandemi Virus Corona

Berdasarkan studi di jurnal Ophthalmology (2018), anak-anak yang menghabiskan waktu di dalam ruangan lebih berisiko mengalami mata minus.

Menurut ahli, anak-anak yang masa kanak-kanaknya cukup paparan sinar matahari dan sering beraktivitas di luar rumah, peluangnya mengalami mata minus jadi lebih rendah.

Tak hanya mata minus yang punya dampak permanen, efek terlalu banyak terpapar layar gawai pada mata anak-anak sebenarnya tidak jauh berbeda dari orang dewasa.

Anak-anak juga bisa mengalami sakit mata sementara seperti mata kering, mata tegang, sakit kepala, dan pandangan buram.

Baca juga: 5 Dampak Sebutan Bodoh bagi Seseorang, Bisa Rusak Kesehatan Mental

Cara mencegah mata minus

Ilustrasi anak bermain dan belajar dengan ayahCreativaImages Ilustrasi anak bermain dan belajar dengan ayah
Salah satu cara praktis untuk mencegah mata minus pada anak-anak adalah dengan membiarkan mereka bermain atau beraktivitas di luar ruangan.

Namun, kondisi pandemi corona membuat anak-anak tidak bisa leluasa beraktivitas di luar rumah karena rentan tertular virus corona.

Ahli dari American Academy of Ophthalmology, David Epley, MD. membagikan cara mencegah mata minus saat anak belajar dari rumah:

  1. Istirahatkan mata anak setiap 20 menit beraktivitas dengan gawai, melihat televisi, maupun mengerjakan tugas sekolah. Bila perlu, atur timer khusus sebagai pengingat.
  2. Agar mata anak tak gampang lelah, variasikan belajar tak hanya menatap layar komputer, gawai, atau televisi, tapi juga melihat buku. Setelah menyelesaikan satu tugas, arahkan anak melihat ke luar jendela rumah selama 20 detik.
  3. Hindari menggunakan komputer atau gawai di ruangan yang sangat terang. Kondisi ruangan yang terlalu silau cahaya juga dapat membuat mata jadi gampang tegang.
  4. Selalu atur tingkat kecerahan dan kontras pada layar HP, komputer, atau televisi di rumah. Sesuaikan dengan kenyamanan anak.
  5. Saat belajar dengan gawai maupun mengerjakan tugas, arahkan anak agar duduk dalam posisi yang nyaman. Jangan biarkan anak memegang gawai atau buku sambil berbaring atau tengkurap.
  6. Ketika menatap layar HP, tablet, atau komputer dari jarak dekar, usahakan jaraknya antara 40 centimeter sampai 60 centimeter.
  7. Ingatkan anak untuk berkedip secara berkala saat menatap layar HP, televisi, komputer, atau membaca buku. Jika sudah merasa lelah, arahkan untuk istirahat sejenak.

Kebiasaan sederhana di atas apabila dikerjakan dengan konsisten dapat melindungi anak dari mata minus dan gangguan mata lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

7 Fungsi Kalium untuk Tubuh

Health
Trakhoma

Trakhoma

Penyakit
6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

6 Gejala Bronkiolitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Abses Otak

Abses Otak

Penyakit
10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Jenis Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Hemangioma

Hemangioma

Penyakit
2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

2 Penyebab Abses Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
Displasia Fibrosa

Displasia Fibrosa

Penyakit
10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

10 Tanda Infeksi Paru-paru yang Perlu Diwaspadai

Health
5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

5 Makanan Ini Bantu Anda Cepat Sembuh dari Flu

Health
13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

13 Penyebab Kenapa Ada Benjolan di Leher

Health
16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

16 Penyebab Anus Sakit dan Cara Mengobatinya

Health
Klamidia

Klamidia

Penyakit
5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

5 Makanan yang Baik Dikonsumsi Setelah Sunat Agar Luka Cepat Kering

Health
Kram Mesntruasi

Kram Mesntruasi

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.