Kompas.com - 02/05/2020, 16:20 WIB
Ilustrasi mi instan. shutterstock.com/numlpphotoIlustrasi mi instan.

“Sayur mengandung serat sehingga rasa kenyang akan lebih lama,” jelas Rista.

Terkait bumbu yang tersedia di dalam mi instan, dia juga menyarankan, sebaiknya tak dipakai karena mengandung monosodium glutamate (MSG) tinggi.

Salah satu efek jangka pendek yang mungkin muncul setelah mengonsumsi MSG, yakni bisa memicu rasa mudah haus. Hal inilah yang akhirnya membuat mi instan kurang cocok dikonsumsi seseorang yang hendak berpuasa.

Rista berpendapat, akan lebih baik jika bumbu mi instan diganti dengan bumbu buatan sendiri.

Baca juga: Waspada, Berikut 6 Bahaya Minum Teh Setelah Makan

Mi instan bisa dibuat dengan bumbu buatan sendiri, seperti menggunakan bawang putih, bawang merah, dan garam,” terang dia.

Mi instan dapat perburuk kondisi kesehatan

Namun, menurut Rista, siapa saja tetap tak disarankan untuk banyak mengonsumi makanan instan saat puasa, apalagi saat terjadi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini.

Baca juga: Bagaimana Gorengan dan Mi Instan Bisa Memicu Kanker?

Hal itu dikarenakan kandungan pengawet dalam makanan instan sangat mungkin dapat memperburuk kondisi kesehatan tubuh.

“Kandungan pengawet dalam makanan instan dapat memperburuk adanya penyakit infeksi,” terang Rista.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X