Kompas.com - 05/05/2020, 17:50 WIB
Ilustrasi jantung yodiyimIlustrasi jantung

Selain itu, kondisi berikut juga bisa menjadi pemicu henti jantung mendadak:

- Penyakit arteri koroner

Sebagian besar kasus henti jantung mendadak terjadi pada orang yang memiliki penyakit arteri koroner.

Kondisi tersebut membuat arteri tersumbat oleh kolesterol dan endapan lainnya sehingga mengurangi aliran darah ke jantung.

- Serangan jantung

Serangan jantung juga bisa memicu fibrilasi ventrikel. Selain itu, serangan jantung juga bisa menyebabkan munculnya jaringan parut di jantung yang membuat gangguan pada irama jantung.

- Jantung membesar atau kardiomipati

Kardiomiopati sering kali terjadi karena otot jantung meregang, membesar, atau menebal. Hal ini membuat otot jantung tidak berfungsi normal yang memicu aritmia.

- Penyakit jantung valvular

Kebocoran atau penyempitan katup jantung menyebabkan peregangan atau penebalan pada otot jantung yang juga bisa memicu aritmia penyebab terjadinya henti jantung mendadak.

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Henti Jantung: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya
Henti jantung merupakan hilangnya fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran yang secara tiba-tiba. Bagaimana mengatasinya?
Bagikan artikel ini melalui

- Penyakit jantung bawaan

Ketika henti jantung mendadak terjadi pada anak-anak atau remaja, hal itu bisa disebabkan oleh kelainan jantung yang ada saat lahir (penyakit jantung bawaan).

Orang dewasa yang telah menjalani operasi korektif untuk cacat jantung bawaan pun masih memiliki risiko tinggi terkena mengalami henti jantung mendadak.

Baca juga: 5 Alasan Kenapa Seseorang Susah Minta Maaf Menurut Psikologi

Faktor risiko

Ada berbagai faktor yang bisa meningkatkan peluang terjadinya henti jantung mendadak. Berikut faktor risiko tersebut:

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

15 Tahap Perkembangan Janin pada Trimester Kedua

Health
Osteoartritis

Osteoartritis

Penyakit
Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Kapan Waktu Tidur Siang yang Baik?

Health
Bintitan

Bintitan

Penyakit
Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Apa yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan Sebelum dan Setelah Vaksinasi Covid-19?

Health
Glositis

Glositis

Penyakit
9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

9 Ciri-ciri Penyakit Paru-paru, Tak Hanya Sesak Napas

Health
Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein

Penyakit
Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Sakit Gusi Pantang Disepelekan, Kenali Bahayanya…

Health
Bau Mulut

Bau Mulut

Penyakit
8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

8 Bahaya Terlalu Banyak Minum Air Putih

Health
Inkompatibilitas Rhesus

Inkompatibilitas Rhesus

Penyakit
Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Benarkah Air Mani Dapat Bermanfaat untuk Kesehatan Kulit?

Health
Abses Gigi

Abses Gigi

Penyakit
8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

8 Cara Program Hamil agar Pasangan Sukses Mendapatkan Momongan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.