Kompas.com - 06/05/2020, 12:06 WIB

Dengan diskusi, anak akan belajar untuk mendengar sekaligus mendapatkan haknya untuk didengarkan.

5. Bantu anak agar mampu membedakan kenyataan dan khayalan

Orangtua wajib membantu anak untuk tahu kapan dapat berkhayal dan kapan harus bertingkah laku sesuai kenyataan.

Misalnya, anak dapat berkhayal sepuas-puasnya ketika menggambar atau mengarang cerita atau ketika dia bermain bersama teman-temannya.

Tapi, di luar kesempatan itu, anak harus mampu menceritakan atau mengatakan sesuatu sesuai kenyataan.

Kemampuan ini dengan sendirinya akan membatasi kebohongan yang disebabkan oleh imajinasi.

6. Tanggapi kebohongan anak dengan tepat

Daripada orangtua mengomel atau marah, jelas lebih baik jika menanggapi kebohongan anak dengan cara-cara yang tepat.

Bangkitkan rasa lega, puas, dan senang pada anak jika mereka jujur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.