Kompas.com - 06/05/2020, 18:11 WIB
Ilustrasi mual Ilustrasi mual
  1. Diet makan yang diasap, ikan asin, daging, dan acar
  2. Merokok
  3. Obesitas meningkatkan risiko kanker lambung pada perbatasan lambung dan esophagus (GEJ= gastroesofagael junction)
  4. Riwayat operasi lambung sebelumnya mengakibatkan asam lambung menurun, sehingga bakteri penghasil nitrit meningkat dan memicu keganasan
  5. Adanya reflux atau aliran balik cairan usus ke lambung juga akan memicu keganasan
  6. Penderita anemia pernisiosa
  7. Penyakit menetrier (hypertrophic gastropati)
  8. Golongan darah A
  9. Penderita sindroma kanker yang diwariskan, seperti hereditary diffuse gastric cancer, hereditary non-polyposis colorectal cancer (HNPCC), Familial Adenomatous Polyposis (FAP), BRCA1 dan BRCA2, Li-Fraumeni syndrome, Peutz-Jeghers Syndrome (PJS).
  10. Riwayat keluarga dengan kanker lambung
  11. Riwajyat polip dan tukak lambung
  12. Infeksi Epstein-Barr Virus (EBV)
  13. Pekerja di bidang batu bara, logam, dan industri karet memiliki risiko lebih tinggi

Gejala dan tanda kanker lambung

Tak hanya perut cepat terasa penuh setelah makan, Dosen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran UGM-RSUP Dr. Sarjito itu menuliskan, ada cukup banyak gejala dan tanda lain dari penyaki kanker lambung yang bisa dikenali.

Berikut beberapa di antaranya:

  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan
  • Buang air besar (BAB) darah kehitaman (melena)
  • Pucat karena kekurangan darah merah (anemia)
  • Muntah darah
  • Nafsu makan menurun
  • Disfagia
  • Gangguan pencernaan
  • Teraba pembesaran lambung
  • Pembesaran kelenjar Virchow nodes (supraclavicular kiri) dan irish node (axillary anterior)

Sementara itu, gambaran klinis kasus kanker lambung yang sudah lanjur, yakni sebagai berikut:

  • Sumbatan pada batas esophagus (gastroesophagael junction) serta batas lambung dan duodenum (gastric outlet obstruction)
  • Asites dan efusi pleura pada kasus metastase rongga perut (karsinosis peritoni) dan metastase paru-paru
  • Ikterus pada pertumbuhan lanjut tumor lambung yang menekan saluran empedu (bilier)

Baca juga: Ragam Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Buka Puasa dan Sahur

Cara mengatasi kanker lambung

Penegakan diagnosis dan pemeriksaan penunjang dapat sangat membantu untuk mengetahui keberadaan kanker lambung tersebut.

Berikut penegasakan diagnosis dan pemeriksaan penunjang yang bisa sangat membantu:

  1. Anamnesis, yakni dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat medis seseorang
  2. Pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk penilaian dari keterangan dan nyeri di perut
  3. Tes darah, meliputi darah lengkap, fungsi hati, tumor marker, tumor CEA (meningkat pada 45-50 persen kasus kanker gaster), CA 19-9 (meningkat 20 persen kasus kanker lambung)
  4. Pemeriksaan penunjang lain, seperti Esophagogastroduodenoscopy (EGD) untuk evaluasi tumor pada permukaan dinding lambung dan pemeriksaan double-contrast untuk memeriksa saluran cerna atas dan pemeriksaan dengan minum kontras barium (akan diperlukan apabila tumor besar tidak bisa dilewati scope endoskopi).
  5. Foto rontgen dada untuk mengetahui metastase (penyebaran) pada paru-paru
  6. CT Scan atau MRI toraks (dada) untuk mengetahui penyebaran
  7. Endoskopic ultrasonography (EUS) untuk menentukan stadium tumor, penertrasi tumor pada dinding dan terhadap organ sekitar

Pengobatan kanker lambung

Menurut Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, SpB-KBD, Penatalaksanaan terbaik yang dapat dilakukan untuk kanker lambung yakni operasi curative dan non-curative.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Operasi curative dilaksanakan dengan pengangkatan lambung, tumor, dan kelenjar yang terlibat secara total untuk menghindari kekambuhan.

Baca juga: Diare pada Anak: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan Perlu ke Dokter

Sedangkan, operasi non-curative dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup (bisa makan, tidak nyeri, dan sebagainya).

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Megakolon
Megakolon
PENYAKIT
Cholangitis
Cholangitis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

11 Cara Menjaga Kesehatan Mata yang Baik Diperhatikan

Health
8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

8 Penyebab Selangkangan Hitam, Bisa Terkait Penyakit

Health
3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

3 Gejala Ejakulasi Dini yang Perlu Diperhatikan

Health
Penis Gatal

Penis Gatal

Penyakit
9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

9 Bahaya Obesitas yang Perlu Diwaspadai

Health
Premenstrual Syndrome (PMS)

Premenstrual Syndrome (PMS)

Penyakit
Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Vitiligo pada Bayi, Kenali Penyebab dan Cara Menyembuhkannya

Health
Gangguan Pendengaran

Gangguan Pendengaran

Penyakit
Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Apakah Flu Penyakit yang Berbahaya?

Health
Fenilketonuria

Fenilketonuria

Penyakit
Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Apakah Demam Berdarah (DBD) Menular?

Health
Hiperemesis Gravidarum

Hiperemesis Gravidarum

Penyakit
3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

3 Manfaat Kesehatan Buah Naga

Health
Seasonal Affective Disorder (SAD)

Seasonal Affective Disorder (SAD)

Penyakit
7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Pembekuan Darah di Otak yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.