Kompas.com - 06/05/2020, 18:11 WIB
Ilustrasi sakit perut shutterstockIlustrasi sakit perut

KOMPAS.com – Kondisi perut terasa cepat penuh setelah makan ternyata tak boleh disepelakan.

Hal itu ternyata bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit kanker lambung.

Kanker lambung adalah tumor di lambung yang bersifat ganas.

Berdasarkan data, penyakit tersebut telah menjadi penyebab ketiga kematian karena kanker di dunia.

Baca juga: Waspadai Efek Buruk Makan Mi Instan Saat Buka Puasa dan Sahur

Sementara, laki-laki lebih sering mengalami kanker lambung daripada wanita.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Biasanya, kanker lambung terjadi pada usia antara 60-80 tahun.

Kanker lambung ini bisa menyerang bagian proxima (cardia, fundus, corpus/body) atau lambung distal (antrum dan pylorus).

Tumor yang tumbuh pada bagian yang berbeda dari lambung ini akan memberian gejala yang bervariasi.

Faktor risiko kanker lambung

Melansir Buku Deteksi Dini & Atasi 31 Penyakit Bedah Saluran Cerna (Disgestif) (2017) oleh Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, SpB-KBD, ada banyak faktor risiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang mengalami penyakit kanker lambung.

Berikut yang perlu diantisipasi:

  1. Diet makan yang diasap, ikan asin, daging, dan acar
  2. Merokok
  3. Obesitas meningkatkan risiko kanker lambung pada perbatasan lambung dan esophagus (GEJ= gastroesofagael junction)
  4. Riwayat operasi lambung sebelumnya mengakibatkan asam lambung menurun, sehingga bakteri penghasil nitrit meningkat dan memicu keganasan
  5. Adanya reflux atau aliran balik cairan usus ke lambung juga akan memicu keganasan
  6. Penderita anemia pernisiosa
  7. Penyakit menetrier (hypertrophic gastropati)
  8. Golongan darah A
  9. Penderita sindroma kanker yang diwariskan, seperti hereditary diffuse gastric cancer, hereditary non-polyposis colorectal cancer (HNPCC), Familial Adenomatous Polyposis (FAP), BRCA1 dan BRCA2, Li-Fraumeni syndrome, Peutz-Jeghers Syndrome (PJS).
  10. Riwayat keluarga dengan kanker lambung
  11. Riwajyat polip dan tukak lambung
  12. Infeksi Epstein-Barr Virus (EBV)
  13. Pekerja di bidang batu bara, logam, dan industri karet memiliki risiko lebih tinggi

Gejala dan tanda kanker lambung

Ilustrasi mual Ilustrasi mual

Tak hanya perut cepat terasa penuh setelah makan, Dosen Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran UGM-RSUP Dr. Sarjito itu menuliskan, ada cukup banyak gejala dan tanda lain dari penyaki kanker lambung yang bisa dikenali.

Berikut beberapa di antaranya:

  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan
  • Buang air besar (BAB) darah kehitaman (melena)
  • Pucat karena kekurangan darah merah (anemia)
  • Muntah darah
  • Nafsu makan menurun
  • Disfagia
  • Gangguan pencernaan
  • Teraba pembesaran lambung
  • Pembesaran kelenjar Virchow nodes (supraclavicular kiri) dan irish node (axillary anterior)

Sementara itu, gambaran klinis kasus kanker lambung yang sudah lanjur, yakni sebagai berikut:

  • Sumbatan pada batas esophagus (gastroesophagael junction) serta batas lambung dan duodenum (gastric outlet obstruction)
  • Asites dan efusi pleura pada kasus metastase rongga perut (karsinosis peritoni) dan metastase paru-paru
  • Ikterus pada pertumbuhan lanjut tumor lambung yang menekan saluran empedu (bilier)

Baca juga: Ragam Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Buka Puasa dan Sahur

Cara mengatasi kanker lambung

Penegakan diagnosis dan pemeriksaan penunjang dapat sangat membantu untuk mengetahui keberadaan kanker lambung tersebut.

Berikut penegasakan diagnosis dan pemeriksaan penunjang yang bisa sangat membantu:

  1. Anamnesis, yakni dokter akan bertanya tentang gejala dan riwayat medis seseorang
  2. Pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk penilaian dari keterangan dan nyeri di perut
  3. Tes darah, meliputi darah lengkap, fungsi hati, tumor marker, tumor CEA (meningkat pada 45-50 persen kasus kanker gaster), CA 19-9 (meningkat 20 persen kasus kanker lambung)
  4. Pemeriksaan penunjang lain, seperti Esophagogastroduodenoscopy (EGD) untuk evaluasi tumor pada permukaan dinding lambung dan pemeriksaan double-contrast untuk memeriksa saluran cerna atas dan pemeriksaan dengan minum kontras barium (akan diperlukan apabila tumor besar tidak bisa dilewati scope endoskopi).
  5. Foto rontgen dada untuk mengetahui metastase (penyebaran) pada paru-paru
  6. CT Scan atau MRI toraks (dada) untuk mengetahui penyebaran
  7. Endoskopic ultrasonography (EUS) untuk menentukan stadium tumor, penertrasi tumor pada dinding dan terhadap organ sekitar

Pengobatan kanker lambung

Menurut Dr. dr. Adeodatus Yuda Handaya, SpB-KBD, Penatalaksanaan terbaik yang dapat dilakukan untuk kanker lambung yakni operasi curative dan non-curative.

Operasi curative dilaksanakan dengan pengangkatan lambung, tumor, dan kelenjar yang terlibat secara total untuk menghindari kekambuhan.

Baca juga: Diare pada Anak: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan Perlu ke Dokter

Sedangkan, operasi non-curative dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup (bisa makan, tidak nyeri, dan sebagainya).

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

IUGR

IUGR

Penyakit
Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Bahaya Sosial Media untuk Anak, Orangtua Wajib Tahu

Health
Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Bagaimana Proses Metabolisme Alkohol di Dalam Tubuh?

Health
Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Mengenal Bahaya Kurang Tidur yang Tak Bisa Disepelekan

Health
Penis Lecet

Penis Lecet

Penyakit
Coulrophobia

Coulrophobia

Penyakit
Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Yang Terjadi Pada Tubuh Saat Kita Terpapar Virus Corona

Health
Tinnitus

Tinnitus

Penyakit
Rabun

Rabun

Penyakit
Gastroschisis

Gastroschisis

Penyakit
5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

5 Cara Menurunkan Risiko Kanker Paru-paru

Health
Lemah Jantung

Lemah Jantung

Penyakit
Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Mengenal Gejala Kanker Paru-paru Stadium 2

Health
Agranulositosis

Agranulositosis

Penyakit
8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

8 Gejala Prostatitis yang Pantang Disepelekan

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.