Kompas.com - 17/05/2020, 03:00 WIB
Ilustrasi makan shutterstockIlustrasi makan

KOMPAS.com - Ada banyak hal yang bisa memicu stres dalam diri kita. Baik pertengkaran dengan pasangan hingga kondisi pandemi yang tak menentu, semua itu memicu tekanan dan gejolak emosi dalam diri.

Biasanya, mengonsumsi camilan manis atau asin menjadi cara favorit banyak orang untuk meredakan stres atau menyalurkan emosi yang dirasakannya. Tentunya, hal ini bisa berpengaruh buruk pada kesehatan fisik kita.

Menurut ahli diet Anna Kippen, emosi negatif, seperti rasa marah, sedih, dan stres, bisa memicu kebiasaan makan yang buruk atau "emotional eating".

"Saat emosi tak seimbang, kita cenderung mengonsumsi makanan tak sehat yang justru membuat kondisi kita semakin buruk," ucap Kippen.

Baca juga: Sayang Dilewatkan, Ini 4 Manfaat Mandi Air Dingin

Melansir laman LiveWell Dorset, emotional eating biasanya membuat seseorang merasakn hal buruk seperti berikut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

- Merasa bersalah

Usai mennyalurkan emosi dengan makan, biasanya akan ada penyesalan atau rasa bersalah.

Rasa bersalah ini juga berpotensi menyebabkan keinginan makan yang lebih tinggi atau harga diri rendah.

- Mual

Rasa kenyang yang didapatkan ketika melakukan "emotional eating" adalah cara seseorang untuk menutupi gejolak emosi dalam dirinya.

Hal ini sering mengakibatkan makan berlebih dan sakit perut serta mual di kemudian hari.

- Obesitas

Sering melakukan "emotional eating" bisa menyebabkan kenaikan berat badan yang memicu berbagai penyakit kronis seperti diabetes dan tekanan darah tinggi.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Enteritis
Enteritis
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Apakah Penyakit Tipes Bisa Menyebabkan Kematian?

Health
Enteritis

Enteritis

Penyakit
9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

9 Penyebab Infeksi Liver yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengi

Mengi

Penyakit
Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Berapa Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Usia?

Health
Alkalosis

Alkalosis

Penyakit
Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Tak Bisa Disepelekan, Kenali Penyebab Batuk Kering pada Anak

Health
Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Apakah Masturbasi Memengaruhi Siklus Haid?

Health
Fisura Ani

Fisura Ani

Penyakit
Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Bahaya Tekanan Darah Tinggi dan Cara Mencegahnya

Health
Perimenopause

Perimenopause

Penyakit
Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Cara Mengatasi Ruam karena Pemakaian Popok Dewasa

Health
Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Gangguan Depersonalisasi-Derealisasi (DPDR)

Penyakit
Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Cara Mengatasi Kaki Bengkak selama Kehamilan

Health
Angiosarkoma

Angiosarkoma

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.