Kompas.com - 20/05/2020, 20:05 WIB

Tekanan darah tinggi tipe pertama ini diduga terjadi karena kombinasi beberapa macam penyebab, seperti:

  • Kadar nitrogen monoksida yang rendah
  • Resistansi insulin
  • Obesitas
  • Difisiensi kalium (hypokalemia)
  • Sensitivitas terhadap sodium
  • Konsumsi alkohol
  • Kekurangan vitamin D
  • Pertambahan usia
  • Riwayat keluarga
  • Peningkatan renin atau enzim yang dihasilkan ginjal
  • Saraf simpatik terlalu aktif
  • Resistensi insulin
  • Bobot badan saat lahir di bawah normal

Hanya sebagain kecil hipertensi terjadi karena beberapa sebab yang jelas.

Tekanan darah tinggi dengan penyebab yang jelas masuk dalam kelompok hipertensi sekunder.

Baca juga: Cara Penerapan Diet Rendah Garam untuk Turunkan Hipertensi

Berikut ini beberapa faktor penyebab hipertensi sekunder:

  • Berbagai penyakit ginjal, termasuk tumor pada ginjal atau preochromocytoma
  • Hipertensi gentantinal atau hipertensi yang terjadi pada masa kehamilan
  • Gangguan endokrin (chusing syndrome)
  • Gangguan tidur (sleep apnea)
  • Mengonsumsi obat antinyeri nonsteroid (NSAIDs), seperti ibupropen
  • Mengonsumsi pil KB
  • Mengonsumsi obat tertentu, seperti pseudoephedrine, kortikosteroid, siklopropen, eritoproten, dan beberapa macam obat-obatan bebas
  • Melakukan terapi sulih hormon (hormone replacement therapu) dan steroid
  • Mengonsumsi kokain dan nikotin
  • Mengonsumsi herba akar manis untuk waktu yang lama
  • Memiliki kebiasaan mengonsumsi kayu mani

Meski penyebab pasti pada umumnya tidak diketahui, hipertensi tetap saja memiliki faktor risiko yang patut diwaspadai.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

12 Obat Batuk Herbal dari Bahan Makanan Rumahan

Health
4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

4 Cara Mengatasi Obesitas secara Alami

Health
7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

7 Gejala Kanker Darah Stadium Awal yang Perlu Diwaspadai

Health
4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

4 Cara Mencegah Obesitas, mulai dari Bayi sampai Dewasa

Health
6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

6 Warna Keputihan dan Artinya Bagi Kesehatan Anda

Health
Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Tips Menjaga Kesehatan Hati Penting Diketahui

Health
Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Begini Cara Mencegah Cacar Monyet, Agar Tetap Indonesia 0 Kasus

Health
Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Macam-macam Penyebab Penyakit Kanker yang Penting Diperhatikan

Health
13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

13 Kanker yang Disebabkan Obesitas

Health
Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Bolehkan Tidur Setelah Makan?

Health
Kanker Lidah

Kanker Lidah

Penyakit
Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Mengapa Kita Sering Merasa Lapar?

Health
4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

4 Jenis Makanan Ini Bisa Bantu Anda Tidur Nyenyak

Health
5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

5 Beda Cacar Air dan Flu Singapura yang Sekilas Gejalanya Mirip

Health
Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Makanan untuk Penderita Kanker Ovarium

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.