Kompas.com - 08/06/2020, 18:00 WIB

Pada prinsipnya, menurut dia, ada tiga langkah dalam mengatasi jerawat, yaitu:

  1. Mengendalikan jerawat, sehingga tidak tumbuh terus dan semakin banyak
  2. Mencegah terjadinya jaringat parut akibat jerawat
  3. Mengatasi dampak perubahan warna akibat proses peradangan pada jerawat itu sendiri

dr. Pras menyampaikan, dokter yang bijaksana akan memberi panduan yang memadai tentang langkah-langkah yang diperlukan pasien dalam mengobati jerawat tersebut.

Baca juga: Sudahi Perdebatan, Ini Waktu Berjemur yang Tepat Hasil Kajian Perdoski

Dia menjelaskan, tubuh manusia sebenarnya memiliki mekanisme homeostasis yang sangat baik. Di mana, bekas jerawat atau noda hitam yang sering muncul akibat manipulasi dan facial pada jerawat bisa memudar dengan sendirinya apabila pasien disiplin melakukan perawatan wajah.

Perawatan wajah yang dimaksud tersebut, yakni membersihkan wajah secara mandiri atau facial at home. Dalam perawatan wajah ini, dr. Pras memperbolehkan pasien menggunakan bahan herbal seperti mentimun, bengkoang untuk dijadikan masker.

Menurut dia, hanya pada kasus-kasus yang berat saja biasanya memerlukan terapi secara simultan. Sementara, untuk jerawat yang ringan dan sedang, tubuh akan melakukan upaya penyembuhan diri.

"Jaringan parut yang ditimbulkan oleh jerawat seperti bopeng-bopeng memang memerlukan penanganan khusus dan membutuhkan waktu," jelas dia.

Jika Anda mengalami persoalan tersebut, maka penting kiranya melakukan konsultasi kepada dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, sehingga dapat memperoleh informasi dan edukasi yang memadai tentang jerawat.

Sementara itu, dr. Pras menyarankan, dalam upaya menghilangkan bekas jerawat, Anda sebaiknya jangan menggunakan berbagai bahan pemutih yang tidak jelas kandungan bahannya, apalagi jika dibeli secara online.

Baca juga: 6 Bahaya Memencet Jerawat Menurut Dokter Spesialis Kulit

Hal itu dikarenakan, banyak pemutih bersifat kontra produktif karena dapat menyebabkan munculnya jerawat baru.

Selain itu, banyak juga pemutih yang malah dapat membuat wajah menjadi kusam karena beberapa bahan pemutih bersifat fotosensitif yang berarti peka terhadap pajanan sinar ultraviolet (UV).

"Jangan segan pilihlah dokter Spesialis Kulit dan Kelamin yang mau mendengarkan keluhan Anda," jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.