Kompas.com - 13/06/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi gula ShuterstockIlustrasi gula

Konsekuensi negati dari perilaku kompulsif bisa berupa kenaikan berat badan, sakit kepala, ketidakseimbangan hormon, dan banyak hal.

"Setiap kali kita makan permen, kita memperkuat jalur neuropat itu dan menyebabkan otak semakin terprogram untuk mendambakan gula," tambah Bjork.

Kondisi tersebut bisa membangun toleransi seperti obat lainnya. Riset yang dilakukan ilmuwan Connecticut College telah menunjukan mkanan manus bisa mengaktifkan neuron di pusat kesenangan daripada kokain.

Gula mudah kita temui diberbagai toko. Itu sebabnya, sangat sulit menghindari konsumsi gula.

"Gula dapat merangsat pusat yang memproses perasaan bahagia di otak dengan carayang sama seperti psikotropika atau narkoba," ucap pakar diet Andy Bellatti.

Pada individu dengan kecenderungan tertentu, hal ini bisa bermanifestasi sebagai kecanduan makanan manis.

Baca juga: Tak Hanya Usir Bosan, Ini 5 Manfaat Berkebun untuk Kesehatan

Sejumlah 60% keuntungan dari artikel Health Kompas.com disalurkan untuk warga terdampak Covid-19.

#JernihkanHarapan dengan membagikan artikel-artikel Health Kompas.com yang bermanfaat di media sosial agar lebih banyak warga terbantu. — Bagikan artikel ini

Sering Konsumsi Gula Bisa Sebabkan Kecanduan, Kok Bisa?
Gula yang kerap ditambahkan dalam berbagai makanan dan minuman ternyata bisa memimbulkan adiksi yang serupa dengan kecanduan obat-obatan.
Bagikan artikel ini melalui

Batas aman konsumsi gula

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO menyarankan agar kita mengurangi konsumsi gula kurang dari lima persen kalori harian atau sekitar enam sendok teh.

Menurut data WHO, mengurangi konsumsi gula bisa menurunkan risiko oebsitas dan kerusakan gigi.

Demi menghindari efek negatif gula, kita juga bisa menggantinya dengan pemanis alami seperti buah dan madu.

Halaman:

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Alergi Obat
Alergi Obat
PENYAKIT
Alergi Makanan
Alergi Makanan
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Berapa Batas Konsumsi Gula Per Hari untuk Penderita Diabetes?

Health
Penurunan Kesadaran

Penurunan Kesadaran

Penyakit
Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Memahami Penyebab Tekanan Darah Rendah

Health
Kulit Kepala Perih

Kulit Kepala Perih

Penyakit
Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Detak Jantung Melambat, Bahayakah?

Health
Flu Hong Kong

Flu Hong Kong

Penyakit
Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Dokter Ingatkah Atlet Juga Bisa Alami Obesitas Meski Rutin Olahraga

Health
Lidah Berdarah

Lidah Berdarah

Penyakit
Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Mengapa Kematian Akibat Kanker Paru-paru pada Wanita Lebih Tinggi?

Health
Jari Tangan Bengkok

Jari Tangan Bengkok

Penyakit
Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Kenali 8 Penyebab Jerawat di Dada

Health
Pilek

Pilek

Penyakit
8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

8 Infeksi Menular Seksual yang Sering Menyerang

Health
5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

5 Posisi Seks saat Hamil Tua yang Aman

Health
Pantat Bau

Pantat Bau

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.