Kompas.com - 16/06/2020, 08:02 WIB

4. Fase infeksi kronos (AIDS)

Selama berlangsungnya fase ini, di dalam kelenjar limfa terus terjadi replikasi virus HIV yang diikuti kerusakan dan kematian SDF karena banyaknya virus.

Fungsi kelenjar limfa adalah sebagai perangkap virus menurun atau bahkan hilang dan virus dicurahkan ke dalam darah.

Pada fese ini terjadi peningkatan jumlah virion secara berlebihan di dalam sirkulasi sistemik.

Respons imum tidak mampu meredam jumlah virion yang berlebihan tersebut.

Sementara, limfosit semakin tertekan karena intervensi HIV yang kian banyak.

Penurunan limfosit ini mengakibatkan sistem imun menurun dan penderita semakin rentan terhadap berbagai penakit infeksi sekunder.

Baca juga: Dapatkah Gejala Demam Berdarah (DBD) Disertai Batuk Pilek?

Perjalanan penyakit kemudian semakin progresif yang mendorong ke arah AIDS.

Infeksi sekunder yang sering menyertai, di antaranya adalah:

  • Pneumonia yang disebabkan oleh Pneumocytis carinii
  • Tuberkulosis
  • Sepsis
  • Toksoplasmosis ensefalitis
  • Diare akibat kriptisporidiasis
  • Infeksi virus sitomegalo
  • Infeksi virus herpes
  • Kandidiasis esophagus
  • Kandidiasis trachea
  • Kandidiasis bronchus atau paru-paru
  • Infeksi jamur jenis lain, misalnya histoplasmosis, koksidiodomikosis

Kadang-kadang juga ditemukan beberapa jenis kanker, yakni kanker kelenjar getah bening dan kanker sarcoma Kaposi’s.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.