Kompas.com - 24/06/2020, 14:00 WIB

KOMPAS.com - Asam folat merupakan bentuk sintetis dari folat yang banyak ditemukan dalam supemen dan makanan fortifikasi.

Asam folat dibutuhkan oleh tubuh untuk membentuk sel-sel baru dan menghasilkan DNA. Nutrisi ini diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

Mengonsumsi asam folat sebelum dan selama masa kehamilan sangat membantu perkembangan organ bayi.

Menurut riset, mengonsumsi asam folat sebelum masa kehamilan dapat membantu mencegah cacat lahir termasuk cacat tabung saraf serius seperti spina bifida, ensefalokel, dan anencephaly.

Baca juga: Hipertensi: Gejala, Komplikasi, Penyebab, dan Cara Pengobatan

Manfaat asam folat 

Menurut riset 2105 konsumsi asam folat selama kehamilan bisa mengurangi risiko cacat jantung bawaan.

Risiko bayi cacat lahir rentan terjadi selama tiga hingga empat minggu pertama masa kehamilan.

Itu sebabnya, wanita hamil disarankan mengonsumsi asam folat selama tahap awal kehamilan karena otak dan sumsum tulang belakang bayi berkembang di masa itu.

Wanita yang sedang merencanakan program kehamilan juga disaranbkan untuk mengonsumsinya,

Riset membuktikan, mengonsumsi asam folat minimal satu tahun sebelum masa kehamilan bisa mengurangi risiko kelahiran prematur sebesar 50 persen.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit AS (CDC) menyarankan wanita yang sedang merencanakan program hamil rutin mengonsumsi asam folat, setidaknya satu bulan sebelum masa kehamilan terjadi.

Namun, mengonsumsinya lebih awal akan mendatangkan manfaat maksimal.

Batas konsumsi asam folat

Bagi wanita yang memiliki kondisi kesehatan baik dan sedang merencanakan kehamilan, disarankan mengonsumsi asam folat sebesar 400 mikrogram setiap hari.

Pada masa tiga bulan awal kehamilan, dosis konsumsi asam folat yang dianjurkan juga 400 mikrogram.

Sementara itu, batas konsumsi asam folat saat empat hingga sembilan bulan masa kehamilan adalah 600 mikrogram.

Untuk wanita menyusui, anjuran konsumsi asam folat sebesar 500 mikrogram.

Baca juga: Mengenal Manfaat dan Efek Samping Serai untuk Kesehatan

Mereka yang memiliki kondisi kesehatan berikut juga dianjurkan untuk mengonsumsi asam folat lebih banyak:

  • mengalami sakit ginjal dan menjalani dialisis
  • memiliki penyakit sel sabit
  • mengalami sakit liver
  • mengonsumsi obat untuk mengobati epilepsi, diabetes tipe 2, lupus, psoriasis, rheumatoid arthritis, asma, atau penyakit radang usus.

Oleh karena itu, kita dianjurkan berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan dosis yang tepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.