Kompas.com - 28/06/2020, 16:32 WIB

Berikut ini perjalanan menjadi perokok sesuai kelompok usia berdasarkah hasil identifikasi Ketua Health Promoting University (HPU) UGM tersebut:

Usia pra sekolah:

  • Merokok karena meniru orang lain di sekitarnya (imitasi)
  • Logika berpikir belum berkembang optimal
  • Perilaku dipengaruhi orang tua

Pra remaja

  • Merokok karena ada model orang dewasa merokok, bisa kakak, orangtua, guru, dan lainnya
  • Prosesnya melalui identifikasi, imitasi, penguatan sosial dan konformitas

Baca juga: Dokter: Rokok Elektrik Bisa Lebih Berbahaya Ketimbang Rokok Tembakau

Remaja:

  • Merokok selain karena ada model orang dewasa merokok, juga bentuk pemberontakan
  • Tekanan teman dan kelompok sebaya
  • Proses konformitas cukup kuat di tahapan ini da nada dua kategori, melalui sosialisasi dan seleksi

Dewasa:

  • Merokok karena keinginantahuan
  • Pengaruh perokok di sekitarnya
  • Reseptif terhadap pemasaran

Yayi menyadari bagi sebagian orang, berhenti merokok mungkin akan susah untuk dilakukan karena efek candu nikotin.

Namun, hal itu patut diperjuangkan karena bahaya rokok sangat nyata, seperti memperbesar peluang terkena penyakit kanker paru-paru.

Dia menerangkan asam rokok mengandung zat karsinogenik atau racun, termasuk benzene dan formaldehyde.

“Merokok menjadikan seseorang menjadi lebih rentan terhadap serangan virus, bakteri, dan penyakit lainnya,” jelas Koordinator Quit Tobacco Indonesia ini.

Baca juga: Waspada, Perokok Pasif Juga Rentan Terinfeksi Covid-19

Sementara itu, di masa pandemi Covid-19 ini, Yayi menyampaikan, merokok dapat meningkatkan risiko penularan virus corona baru dan akan memperberat komplikasi penyakit akibat Covid-19.

Menurut dia, aktivitas merokok rentan menjadi wahana penularan Covid-19 karena melibatkan kontak jari yang mungkin terkontaminasi dengan mulut secara intens. Hal tersebut memberikan peluang bagi virus dari jari tangan berpindah ke mulut dan masuk ke dalam tubuh.

Perokok tidak hanya lebih rentan terhadap virus corona.

Apabila perokok terinfeksi Covid-19, akan memperberat kondisi tubuhnya karena mereka cenderung sudah mempunyai masalah di paru-paru akibat zat-zat kimia yang terisap saat merokok.

Baca juga: Benarkah Rokok Elektrik Tak Berbahaya bagi Perokok Pasif?

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.