Jenis Perawatan dan Obat Batu Ginjal

Kompas.com - 10/07/2020, 18:06 WIB
Ilustrasi batu ginjal piotr_malczykIlustrasi batu ginjal

KOMPAS.com - Penyakit batu ginjal ringan umumnya bisa luruh dengan sendirinya tanpa menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

Namun, batu ginjal yang terasa mengganggu dan sangat sakit membutuhkan penanganan medis.

Melansir Web MD, perawatan dan penanganan penyakit batu ginjal sangat bergantung ukuran dan gejala batu ginjal.

Baca juga: 10 Gejala Awal Sakit Ginjal, Lebih Kerap Serang Wanita

Sebelum menentukan jenis obat dan perawatan yang tepat, dokter biasanya menyarankan tes urine untuk melihat jenis batu ginjal di laboratorium.

Selain itu, dokter juga merekomendasikan tes darah serta tes pemindaian untuk menentukan diagnosis.

Obat batu ginjal

Ilustrasi obatShutterstock Ilustrasi obat
Di tahap awal, dokter jamak menyarankan penderitanya untuk minum air putih dua sampai tiga liter per hari agar batu ginjal bisa keluar dari tubuh lewat urine.

Namun, ketika batu ginjal terasa mengganggu karena memicu nyeri hebat, dokter umumnya memberikan obat penghilang rasa sakit.

Terapi medis lewat obat-obatan untuk mengatasi batu ginjal yang tidak bisa luruh secar alami disesuaikan dengan jenis batu ginjal.

Baca juga: 7 Penyebab Batu Ginjal yang Kerap Diabaikan

Melansir Mayo Clinic, berikut beberapa jenis obat batu ginjal sesuai jenisnya:

  • Batu kalsium: dokter umumnya meresepkan obat diuretik (pemicu kencing) agar kalsium tidak menumpuk di dalam urine
  • Batu asam urat: dokter umumnya meresepkan obat untuk menurunkan kadar asam urat, obat penurun kadar asam, dan zat alkali pelarut batu asam urat
  • Batu struvite: dokter jamak merekomendasikan obat untuk menjaga aliran kencing lancar dan obat antibiotik untuk mencegah bakteri
  • Batu sistin: selain menganjurkan diet rendah garam, dokter juga memberikan obat peluruh sistin

Baca juga: 8 Ciri-ciri Sakit Batu Ginjal

Cara menyembuhkan batu ginjal

ilustrasi penyakit ginjalKompas.com ilustrasi penyakit ginjal
Batu ginjal berukuran besar riskan untuk dikeluarkan lewat urine. Hal itu rentan memicu pendarahan, kerusakan ginjal, atau infeksi saluran kencing.

Ada beberapa perawatan untuk menyembuhkan penyakit batu ginjal berukuran besar. Di antaranya:

  • Prosedur extracorporeal shock wave lithotripsy atau gelombang suara untuk memecah batu ginjal menjadi berukuran kecil dan bisa luruh bersama urine
  • Operasi pengangkatan batu ginjal
  • Operasi kelenjar paratiroid untuk mengatasi batu ginjal karena kelenjar tiroid terlalu aktif

Baca juga: Apakah Minum Kopi Bahayakan Kesehatan Ginjal?

Sebelum melakukan perawatan untuk menyembuhkan batu ginjal, pastikan penderita memahami plus minus setiap prosedur medis.

Tanyakan juga kepada dokter terkait bisa tidaknya mengeluarkan batu ginjal secara alami, pantangan, sampai cara mencegah agar batu ginjal tak balik lagi.


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Sakit Kepala Sebelah Kiri: Penyebab dan Cara Menghilangkannya

Health
Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Health
Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Tanpa 6 Organ Tubuh Ini, Manusia Masih BIsa Hidup Normal

Health
6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

6 Bahaya Karang Gigi Jika Dibiarkan Menumpuk

Health
4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

4 Tanda Kesalahan Cara Menyikat Gigi

Health
7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

7 Cara Cepat Menghilangkan Jerawat

Health
5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

5 Cara Turunkan Risiko Kanker Paru

Health
Jumlah Kalori dalam Donat

Jumlah Kalori dalam Donat

Health
Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Pedoman Screen Time pada Anak Balita dari WHO

Health
Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Manfaat Kesehatan Makan Makanan Pedas

Health
Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Tips Cegah Stres saat WFH di Masa Pandemi Covid-19

Health
Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Jenis Makanan yang Harus Dihindari Saat Jerawatan

Health
Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Sperma Encer: Penyebab dan Cara Mengatasi

Health
Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Makanan yang Tidak Boleh Dimakan saat Diet

Health
5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

5 Alasan Bayi di Bawah Usia 6 Bulan Belum Boleh Diberi MPASI

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X