Kompas.com - 19/07/2020, 07:34 WIB

KOMPAS.com - Diabetes adalah penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah.

Menurut Medical News Today, diabetes adalah kondisi yang mengganggu kemampuan tubuh untuk memproses glukosa dalam darah.

Gangguan ini terjadi seumur hidup. Itu artinya, ketika seseorang didiagnosis menderita diabetes maka harus melakukan perawatan seumur hidup.

Baca juga: Mengapa Penderita Diabetes Sering Sakit Kepala?

Kabar buruknya, penyakit tidak menular ini memiliki pravelansi cukup tinggi di Indonesia.

Jumlah penderita diabetes di Indonesia terus melonjak setiap tahunnya. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan tren naik penderita diabetes dari 5,7 persen (2007), 6,9 persen (2013), dan melonjak menjadi 10,9 persen pada 2018.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan diabetes?

Penyebab diabetes sangat bergantung pada jenis diabetes yang diidap seseorang.

Diabetes tipe 1

Sejauh ini penyebab diabetes tipe 1 masih tidak dapat dipastikan.

Pada beberapa kasus, diabetes tipe 1 terjadi karena autoimun, yang entah bagaimana kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan penghasil insulin di pankreas.

Selain itu, gen juga mungkin berpengaruh pada kasus diabetes tipe 1. Dengan kata lain, jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes maka faktor risikonya lebih meningkat.

Virus juga dapat memicu serangan sistem kekebalan tubuh yang berkembang menjadi diabetes tipe 1.

Diabetes tipe 2

Penyebab diabetes tipe 2 merupakan kombinasi dari faktor genetik dan gaya hidup.

Baca juga: Waspadai, Ini 7 Komplikasi yang Sering Terjadi pada Penderita Diabetes

Kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Kelebihan berat badan, terutama bagian perut, membuat sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.

Di samping itu, risiko akan meningkat jika Anda

  • kelebihan berat badan
  • berusia 45 tahun atau lebih
  • riwayat keluarga dengan diabetes
  • memiliki gaya hidup kurang aktif
  • pernah mengalami diabetes gestasional
  • memiliki pra-diabetes atau diabetes ambang
  • memiliki tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan trigliserida tinggi

Diabetes gestasional

Jenis diabetes yang terjadi pada ibu hamil ini disebabkan oleh perubahan hormon.

Plasenta menghasilkan hormon yang membuat sel-sel tubub wanita hamil kuran sensitif terhadap insulin. Inilah yang membuat gula darah tinggi selama kehamilan.

Selain itu, perempuan yang kelebihan berat badan saat hamil atau terlalu banyak menambah berat badan selama hamil juga lebih rentan mengalami diabetes gestasional.

Baca juga: Mengenal Gejala Diabetes Neuropati dan Cara Mengatasinya

Faktor risiko yang perlu diwaspadai:

  • kelebihan berat badan
  • berusia lebih dari 25 tahun
  • pernah mengalami diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
  • riwayat keluarga dengan diabetes tipe 2
  • menderita polycystic ovary syndrome (PCOS)
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Flu Tulang
Flu Tulang
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.