Mitos Atau Fakta, Konsumsi Gula Membuat Anak Hiperaktif?

Kompas.com - 22/07/2020, 16:31 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Namun, penyebab hiperaktif paling umum adalah:

  • ADHD
  • hipertiroidisme
  • gangguan otak
  • gangguan sistem saraf
  • gangguan psikologis.

Cara mengatasi

Hiperaktif yang disebabkan oleh kondisi fisik memerlukan obat khusus untuk mengatasinya.

Namun, hiperatif yang disebabkan oleh kondisi kesehatan mental memerlukan penanganan psikiater.

Psikiater biasanya akan memberikan pengobatan dalam bentuk terapi dan pemberian obat.

Metode terapi yang digunakan bisa berupa terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi bicara.

Terapi CBT bertujuan untuk mengubah pola berpikir dan perilaku. Sedangkan terapi bicara digunakan untuk mengembangkan strategi mengatasi dan mengurangi efek perilaku hiperaktif.

Baca juga: Ingin Awet Muda, Ini 5 Jenis Makanan Penghambat Penuaan

Untuk pemberian obat, psikiater juga bisa meresepkan jenis obat-obatan berikut:

  • dexmethylphenidate (Focalin)
  • dextroamphetamine dan amphetamine (Adderall)
  • dextroamphetamine (Dexedrine, Dextrostat)
  • lisdexamfetamine (Vyvanse)
  • methylphenidate (Ritalin).

Penggunaan obat-obatan tersebut memerlukan pantauan dari dokter atau spesialis kesehatan mental.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X