Kompas.com - 26/07/2020, 15:07 WIB
Ilustrasi bisul Ilustrasi bisul

Minyak mimba yang juga dikenal sebagai lilac India, memiliki sifat antiseptik, antibakteri, dan antimikroba yang membantu mengobati infeksi kulit, termasuk bisul dengan ceoat.

Untuk mengobati bisul dengan minyak mimba, oleskan minyak ini langsung ke bisul 3-4 kali sehari.

Baca juga: 13 Cara Mengobati Rematik Secara Alami

Pastikan Anda mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan tindakan pengobatan bisul ini.

Pilihan obat bisul

Jika bahan alami tidak menjadi pilihan, Anda masih bisa mengobati bisul dengan obat bisul tanpa resep dari dokter.

Melansir Buku Obat-obatan Sederhana untuk Gangguan Sehari-hari (2010) oleh Drs. H. T. Tan & Drs. Kirana Rahardja, penanganan bisul dapat dilakukan dengan menutup bisul dengan salep ichtiol 10 persen, yang berdaya menyerap kembali bisul “muda” (tidak jadi) atau “mematangkan” bisul yang sudah berkembang.

Sama efektifnnya untuk digunakan dalam mengobati bisul adalah salep yang mengandung timbaloksida (Ung. diachylon).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kedua obat bekerja antiradang, antibakteri lemah, serta antigatal dan dapat dibeli bebas sebagai sediaan apotek.

Salep dapat digunakan dengan kasa dan plester, diganti 2 kali sehari dan setiap kali dibersihkan dengan bensin cuci (wasbenzine).

Baca juga: 4 Cara Menghilangkan Panu dengan Obat dan Secara Alami

Setelah bisul pecah, dengan menggunakan kasa atau kapas, bisul harus dipijat sampai seluruh nanahnya keluar yang kentara dengan keluarnya darah dai luka.

Waspada, jangan sampai nanah yang mengandung banyak stafilokok, bersentuhan dengan bagian tubuh lain agar infeksi tidak menyabar.

Setelah desinfeksi dengan tingtur iod, bisul diberi salep iod atau klorheksidin dan ditutup dengan kasa dan plester untuk penyembuhan selanjutnya.

Perlu diperhatikan, bisul yang belum “matang” tidak boleh dipijat atau dipencet-pencet karena berisiko bakteri menjadi masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyebar ke seluruh tubuh dengan menimbulkan sepsis.

Infeksi yang masuk ke dalam aliran darah dan memicu keracunan darah (sepsis) dapat menyebabkan infeksi pada organ-organ dalam tubuh, misalnya jantung (endocarditis) dan bahkan tulang (osteomielitis).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Kronis
Nyeri Kronis
PENYAKIT
Nyeri Tumit
Nyeri Tumit
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fibromyalgia

Fibromyalgia

Health
3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

3 Jenis Anemia yang Umum Terjadi pada Ibu Hamil

Health
Hepatitis B

Hepatitis B

Penyakit
4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

4 Penyebab Eksim yang Perlu Diwaspadai

Health
Perikarditis

Perikarditis

Penyakit
3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

3 Jenis Makanan Tinggi Kolesterol yang Tetap Baik Dikonsumsi

Health
Kusta

Kusta

Penyakit
11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

11 Penyebab Pendarahan saat Melahirkan

Health
Osteoporosis

Osteoporosis

Penyakit
10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

10 Penyebab Darah dalam Urine yang Perlu Diwaspadai

Health
Ulkus Kornea

Ulkus Kornea

Penyakit
7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

7 Cara Memutihkan Gigi Kuning secara Alami

Health
Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Arti Kesehatan Menurut Aroma Urin

Health
Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Apakah Wanita yang Sudah Menopause Masih Bisa Hamil?

Health
Darah Haid Menggumpal

Darah Haid Menggumpal

Penyakit
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.