Kompas.com - 28/07/2020, 19:37 WIB

Pada pengobatan modern, orang dengan gejala seperti di atas akan mendapatkan serangkaian pemeriksaan. Sejumlah pemeriksaan yang mungkin diberikan seperti CT scans, MRI, dan EEG.

Pasien juga akan dilihat tanda-tanda vital tubuhnya untuk memeriksa tanda darurat dan yang perlu diwaspadai dari sakit kepala.

Sebenarnya ada banyak jenis sakit kepala lainnya, bahkan jumlahnya lebih dari 300 jenis. Meski begitu, hanya sekitar 10 persen saja yang diketahui penyebabnya.

Bagi kebanyakan orang, sakit kepala hanya sementara saja saat kita merasakan stres dan ketegangan. Perubahan gaya hidup atau pengobatan tertentu bisa meredakan gejala sakit kepala ringan ini.

Tetapi, untuk sakit kepala yang lebih serius perlu pengobatan yang lebih intensif pula.

Baca juga: Benarkah Hipertensi Sebabkan Sakit Kepala?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.