Kompas.com - 29/07/2020, 06:04 WIB
Ilustrasi olahraga ShutterstockIlustrasi olahraga

KOMPAS.com - Olahraga teratur sangat penting bagi kesehatan tubuh. Sayangnya, di tengah segala aktivitas yang dilakukan, olahraga sering menjadi hal yang tak terjamah.

Mulai dari berbagai pekerjaan rumah tangga hingga pekerjaan kantor sudah menyita waktu. Akibatnya, untuk berolahraga, banyak orang mencuri waktu di sela kesibukannya.

Olahraga memang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

Baca juga: Olahraga Dulu atau Sarapan Dulu, Mana yang Lebih Baik?

Tapi, untuk mengoptimalkan hasilnya, kapankah waktu terbaik untuk berolahraga?

Pagi hari pilihan terbaik

Dilansir dari Time, waktu terbaik untuk berolahraga menurut para ahli adalah pagi hari.

Hal ini disampaikan oleh Anthony Hackney, profesor di departemen ilmu olahraga di University of North Carolina Capel Hill.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hackney menyebut, berolahraga di pagi hari terutama dengan perut kosong adalah cara terbaik untuk membakar lemak dan menurunkan berat badan.

Lebih lanjut, Hackney mengatakan bahwa sebagian besar komposisi hormonal tubuh di pagi hari dibentuk untuk mendukung tujuan tersebut.

"Pada awal pagi, Anda memiliki profil hormon yang akan membuat Anda cenderung memiliki metabolisme lemak yang lebih baik," ujar Hackney.

Secara alami, pada pagi hari, orang mengalami peningkatan kadar kortisol dan hormon pertumbuhan. Kedua hormon ini terlibat dalam metabilisme.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Nyeri Kronis
Nyeri Kronis
PENYAKIT
Achondroplasia
Achondroplasia
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Gairah Seks Menurun Setelah Menopause, Begini Cara Mengatasinya

Health
7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Ambeien Berdarah yang Perlu Diwaspadai

Health
Parafimosis

Parafimosis

Penyakit
11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

11 Penyebab Tenggorokan Terasa Panas yang Bisa Terjadi

Health
Asam Urat

Asam Urat

Penyakit
Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Mengenal Indeks Glikemik pada Makanan dan Efeknya Pada Tubuh

Health
Nyeri Mata

Nyeri Mata

Penyakit
Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Tanda-Tanda Si Kecil Siap Memulai MPASI

Health
Kutil

Kutil

Penyakit
7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

7 Penyebab Faringitis yang Perlu Diwaspadai

Health
Amnesia

Amnesia

Penyakit
9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

9 Penyebab Sering Berdeham, Termasuk Bisa Jadi Gejala Penyakit

Health
Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Mitos atau Fakta, Sering Marah Bikin Darah Tinggi?

Health
Hepatitis D

Hepatitis D

Penyakit
16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

16 Gejala Laryngopharyngeal Reflux (LPR) yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.