Kompas.com - 02/08/2020, 18:05 WIB
ilustrasi ibu menyusui bayi. SHUTTERSTOCKilustrasi ibu menyusui bayi.

ASI diproduksi dan disimpan dalam kelenjar alveoli sebelum melewati saluran payudara diteruskan ke puting susu hingga akhirnya sampai pada bayi.

Jumlah kelenjar alveoli setiap perempuan berbeda-beda. Pada perempuan dengan jumlah kelenjar yang cukup banyak bisa menyebabkan hiperlaktasi.

4. Konsumsi obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan dapat menyebabkan hiperlaktasi. Ini karena obat-obatan tersebut memicu terjadinya perubahan kadar hormon yang kemudian menghasilkan jumlah susu berlebih.

Cara mengatasi hiperlaktasi

Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas, Anda bisa berkonsultasi pada konsultan laktasi. Selain itu, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut ini.

  1. Menyusui pada satu payudara per sesi menyusui. Tawarkan payudara yang sama selama setidaknya dua jam sampai sesi menyusui berikutnya.
  2. Jika payudara lainnya terasa sakit selama menyusui, segera pompa untuk pengosongan setelah selesai menyusui.
  3. Anda juga bisa memompa payudara terlebih dahulu untuk mengurangi pasokan dan memperlambat aliran ASI sebelum menyusui.
  4. Anda juga bisa mencoba mengubah posisi menyusui untuk memperlambat aliran ASI. Cobalah bersandar selama menyusui.
  5. Sendawakan bayi setelah menyusui untuk menghilangkan gas dalam perut bayi.
  6. Kompres dingin payudara sebelum menyusui untuk mencegah pembengkakan.
  7. Hindari minum suplemen laktasi agar produksi ASI tidak makin banyak.

Baca juga: 12 Superfood yang Baik untuk Ibu Menyusui

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
PENYAKIT
Mononukleosis
Mononukleosis
PENYAKIT
Sindrom ACA
Sindrom ACA
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Makanan Terbaik dan Terburuk untuk Penderita Diabetes, Apa Saja?

Health
Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Apakah Saat Demam Boleh Mandi?

Health
11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

11 Makanan dan Minuman yang Pantang untuk Penderita Diabetes

Health
Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Waspadai, Berat Badan Turun Drastis Bisa Jadi Tanda Diabetes

Health
Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Cara Mengatasi Bisul di Bokong

Health
5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

5 Obat Batuk Anak Alami yang Aman dan Praktis

Health
Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Apa Perbedaan Vegetarian dan Vegan?

Health
4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

4 Tanda Diabetes yang Sering Tak Disadari

Health
8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

8 Makanan yang Dapat Menyehatkan kulit

Health
Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Mengapa Diabetes Dapat Menyebabkan Nyeri Sendi?

Health
4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

4 Cara Untuk Menstimulasi dan Mempercepat Proses Persalinan

Health
Splenomegali

Splenomegali

Penyakit
4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

4 Faktor Risiko Penyakit Jantung

Health
Orkitis

Orkitis

Penyakit
14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

14 Tips Merawat Kaki Penderita Diabetes

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.