Kompas.com - 05/08/2020, 12:04 WIB

KOMPAS.com - Menambahkan butter atau mentega di dalam masakan memang bisa menambah cita rasa makanan yang dihasilkan.

Namun, cara ini ternyata bisa membuat makanan meningkatkan jumlah kalori dan lemak di dalamnya.

Padahal, konsumsi kalori dan lemak berlebihan bisa memicu obesitas dan berbagai penyakit kronis lainnya.

Ahli jantung dari Cleveland Clinic Dennis Bruemmer juga sependapat dengan hal tersebut. Menurutya, menambahkan mentega dalam makanan bisa mendatangkan berbagai masalah kesehatan.

Menurutnya, mentega kaya akan lemak jenuh yang bisa memicu peningkatan kolesterol jahat dalam tubuh.

Baca juga: Memahami Beda Kolesterol LDL dan HDL

Efek mentega pada kolesterol

Satu sendok makan mentega biasanya mengandung sekitar 31 miligram kolesterol dan 7,2 gram lemak jenuh.

Menurut American Heart Associaton, batas aman konsumsi kolesterol adalah lima hingga enam persen dari total asupan kalori atau setara dengan 11 hingga 13 gram lemak jenuh sehari.

Jadi, dua sendok makan mentega saja bisa telah melampaui batas rekomendasi harian. Padahal, kadar lemak jenuh yang tinggi dan bisa memicu kolesterol.

Kita biasanya menambahkan mentega saat memasak makanan olahan seperti sosis, pizza, atau donat.

Dengan mengonsumsinya, kita hanya menimbun lemak jenuh dalam tubuh yang turut memicu peningkatan kolesterol. Tentunya, ini bisa memicu obesitas dan berbagai penyakit kronis.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.