Kompas.com - 08/08/2020, 09:04 WIB
Ilustrasi makan tidak sehat thinkstock/grinvaldsIlustrasi makan tidak sehat

KOMPAS.com - Bukan rahasia bahwa banyak gaya hidup yang membuat tubuh menjadi tidak sehat. Salah satunya merokok.

Bahkan, pada peringatan di bungkusnya, sudah menjelaskan bahwa merokok bisa menyebabkan beberapa masalah kesehatan.

Apalagi, masalah-masalah kesehatan akibat merokok tersebut bisa berujung pada kematian.

Baca juga: Kenali 11 Tanda Seseorang Mungkin Akan Meninggal Dunia

Tak hanya merokok, ada banyak gaya hidup yang bisa menjadi "pembunuh senyap" atau meningkatkan risiko kematian tanpa disadari.

Dirangkum dari Science Alert, setidaknya ada empat kebiasaan sederhana yang justru bisa berisiko kematian. Apa saja?

1. Kesepian

Tak bisa dipungkiri saat ini kita hidup di era media sosial dan teknologi. Tapi, kedua hal ini seperti pedang bermata dua.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain membuat orang yang jauh terasa lebih dekat, media sosial sering kali justru menjauhkan orang yang dekat.

Memudarnya kontak langsung ini, menurut ahli bedah umum Vivek Murthy, membuat banyak orang kesepian.

Kabar buruknya, kesepian bahkan bisa mematikan. Hal ini dibuktikan dari penelitian Julianne Holt-Lunstad, profesor psikologi Brigham Young University.

Dia menemukan bahwa kesepian mengurangi rentang kehidupan setara dengan merokok 15 batang rokok sehari.

2. Duduk

Siapa sangaka kegiatan sederhana seperti duduk juga bisa meningkatkan risiko kematian seseorang.

Tentu kegiatan yang dimaksud adalah duduk seharian.

Baca juga: Bukan Perasaan Sepele, Kesepian Bisa Menyebabkan Kematian

Maksudnya adalah orang yang punya kebiasaan duduk seharian atau terlalu lama memiliki gaya hidup kurang gerak.

Dalam sebuah penelitian tahun 2014, duduk sepanjang hari meningkatkan risiko untuk beberapa penyakit kanker.

Para peneliti melakukan meta-analisis data dari empat juta orang. Data yang diambil di antaranya seberapa sering peserta duduk untuk menonton TV, bekerja, dan pulang-pergi.

Hasilnya, setiap dua jam peningkatan waktu duduk meningkatkan risiko orang untuk terkena kanker usus besar, endometrium, dan paru-paru, terlepas dari apakah mereka masih berolahraga di siang hari.

3. Begadang

Selain duduk, masalah tidur juga bisa meningkatkan risiko kematian seseorang.

Gangguan tidur seperti insomnia sering kali membuat orang begadang atau terus terjaga sepanjang malam.

Padahal, menurut Profesor Valery Gafarov dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mencatat pada tahun 2015 bahwa tidur yang tidak cukup meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung ke derajat yang sama seperti penggunaan rokok biasa.

"Tidur yang buruk harus dianggap sebagai faktor risiko yang dapat dimodifikasi untuk penyakit kardiovaskular bersama dengan merokok, kurang olahraga, dan pola makan yang buruk," katanya.

Baca juga: Waspada, Keracunan Disinfektan bisa sampai Sebabkan Kematian

4. Pola makan buruk

Pola makan dan jenis makanan sudah sejak lama dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian.

Pada 2016, sekelompok peneliti mempelajari risiko kematian dari pola makan yang buruk.

Hasilnya, mereka menyimpulkan bahwa tingkat kematian akibat pola makan yang buruk melebihi tingkat kematian akibat alkohol, obat-obatan, hubungan seks tanpa kondom, dan kombinasi tembakau.

Itu karena pola makan buruk bisa menyebabkan sejumlah penyakit fatal.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X