Kompas.com - 10/08/2020, 21:02 WIB
Ilustrasi sperma bergerak menuju ovum SHUTTERSTOCK/Yurchanka SiarheiIlustrasi sperma bergerak menuju ovum

Studi yang lain pada 2004 juga berupaya membuktikan kaitan frekuensi sperma keluar dengan risiko kanker prostat.

Namun, para ahli menyimpulkan frekuensi ejakulasi tidak signfikan memengaruhi faktor risiko kanker prostat.

Menurut sejumlah ahli, kanker prostat tidak dipengaruhi kebiasaan dan frekuensi ejakulasi. Melainkan lebih dipengaruhi kondisi kesehatan pria.

Baca juga: Membongkar Mitos Kesehatan Masturbasi

Manfaat ejakulasi

Terlepas dari seberapa sering pria ejakulasi atau spermanya keluar, terdapat beberapa manfaat ejakulasi, di antaranya:

  • Bisa jadi sarana membakar kalori, terutama apabila seks dilakukan bersama pasangannya
  • Seks dan ejakulasi dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke
  • Seks dan ejakulasi dapat meredakan stres, memperbaiki suasana hati, dan mengurangi nyeri
  • Berhubungan seks setidaknya sekali seminggu juga bisa meningkatkan sistem daya tahan tubuh
  • Ejakulasi juga membantu pria tidur lebih nyenyak

Para pria tak perlu khawatir sperma keluar secara teratur bakal habis.

Dalam kondisi normal, pria bisa memproduksi 1.500 sperma setiap detik atau beberapa juta dalam sehari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X