Kompas.com - 21/08/2020, 06:06 WIB

KOMPAS.com - Bersin adalah mekanisme yang digunakan tubuh untuk membersihkan hidung.

Saat benda asing seperti kotoran, serbuk sari, asap, atau debu masuk ke lubang hidung, hidung bisa teriritasi yang memunculkan sensasi menggelitik.

Ketika ini terjadi, tubuh melakukan apa yang perlu dilakukan untuk membersihkan hidung, yakni menyebabkan bersin.

Dengan kata lain, bersin adalah salah satu pertahanan pertama tubuh terhadap berbagai hal yang bisa membahayakan tubuh.

Baca juga: Warna Ingus dan Artinya pada Kesehatan Anda

Yang terjadi pada tubuh saat bersin

Saat partikel asing masuk ke hidung, partikel itu dapat berinteraksi dengan bulu halus dan kulit halus yang melapisi saluran hidung.

Partikel dan kontaminan ini bisa berupa asap, polusi, dan parfum hingga bakteri, jamur, dan sejenisnya.

Ketika lapisan halus hidung terpapar zat asing tesebut, ia akan mengirimkan sinyal listrik ke otan untuk memberi pertanda bahwa hidung perlu membersihkan dirinya sendiri.

Otak memberi sinyal pada tubuh bahwa sudah waktunya bersin, dan tubuh merespons dengan mempersiapkan diri untuk melakukan kontraksi.

Dalam kebanyakan kasus, mata dipaksa menutup, lidah bergerak ke langit-langit mulut, dan otot-otot menahan bersin. Semua ini terjadi hanya dalam hitungan detik.

Bersin juga memaksa air, lendir dan udara keluar dari hidung dalam waktu sekejap.

Aktivitas ini membantu banyak mikroba keluar dari tubuh namun bisa menyebarkan penyakit ke orang lain, seperti flu.

Bersin sebagai tanda gangguan kesehatan

Di sisi lain, bersin bisa menjadi pertanda gangguan kesehatan. Hal ini terjadi terutama saat brsin disertai dengan pilek.

Beberapa orang dengan kondisi tertentu mungkin mengalami gejala atau komplikasi tambahan jika terlalu sering bersin.

Misalnya, penderita migrain bisa mengalami sakit kepala yang sangat menganggu ketika bersin.

Selain itu, bersin juga bisa menjadi tanda adanya trauma pada hidung dan gejala penarikan dari obat-obatan tertentu.

Bersin juga bisa disebabkan karena adanya alergi, yang merupakan kondisi umum karena adanya respons tubuh terhadap organisme asing.

Baca juga: Sering Terlihat Sama, Begini Beda Demam Biasa dan Alergi

Dalam keadaan normal, sistem kekebalan melindungi tubuh dari penyerang berbahaya seperti bakteri penyebab penyakit.

Pada penderita alergi, sistem kekebalan tubuh biasanya mengidentifikasi organisme yang tidak berbahaya sebagai ancaman.

Kondisi ini bisa memicu bersin sebagai upaya tubuh untuk mengeluarkan partikel penyebab alergi tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber Healthline
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.