Kompas.com - 25/08/2020, 21:03 WIB

Perlahan, ujung kaki atau tangan bisa digerakkan kembali dan halusinasi mengerikan menghilang.

Jadi, ketindihan secara sederhana dapat terjadi karena seseorang bangun di tengah fase REM dalam tidur.

Di mana, pada kelumpuhan tidur ini, transisi tubuh ke atau dari tidur REM tidak sinkron dengan otak.

Ketika bangun, otak sudah sadar, tetapi badan belum.

Kondisi ini yang kemudian menyebabkan badan terasa lumpuh sebagian.

Ketindihan bisa terjadi pada segala usia. Tetapi kondisi yang pertama mungkin terjadi saat saat remaja.

Baca juga: Mimpi Basah: Penyebab, Rentang Usia, dan Frekuensi Normal

Terdapat sejumlah faktor yang bisa memicu kelupuhan tidur itu terjadi, di antaranya yakni:

  • Kurang tidur
  • Jadwal tidur yang berubah-ubah atau tidak jelas
  • Kondisi mental seperti stres atau gangguan bipolar
  • Posisi tidur telentang
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti untuk ADHD

Cara menghindari ketindihan

Melansir WebMD, kebanyakan orang tidak memerlukan pengobatan untuk kondisi kelumpuhan tidur atau ketindihan.

Mengobati kondisi yang mendasari seperti narkolepsi dapat membantu jika Anda sering merasa cemas atau tidak dapat tidur nyenyak.

Baca juga: 5 Macam Obat Tidur dan Efek Sampingnya

Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa dicoba sebagai cara mencegah ketindihan:

  • Memperbaiki kebiasaan tidur, seperti memastikan Anda tidur 6-8 jam setiap malam
  • Menggunakan obat antidepresan jika diresepkan untuk membantu mengatur siklus tidur
  • Mengobati masalah kesehatan mental yang dapat menyebabkan ketindihan
  • Mengobati gangguan tidur lainnya, seperti narkolepsi atau kram kaki
  • Coba posisi tidur baru jika Anda tidur telentang
  • Olahraga rutin
  • Konsumsi makanan bergizi

Temui dokter jika Anda mengalami ketindihan secara rutin, sehingga membuat Anda tidak bisa tidur nyenyak.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.