Kompas.com - 03/09/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com - Haid dianggap terlambat apabila jarak antarsiklus menstruasi hari pertama periode sebelumnya dengan menstruasi berikutnya lebih dari 38 hari.

Siklus haid masih dianggap normal atau tidak terlambat apabila jarak hari antarsiklusnya masih berada dalam rentang 24 sampai 38 hari.

Banyak faktor yang membuat wanita mengalami haid telat. Penyebab haid terlambat tidak selalu karena kehamilan.

Baca juga: 10 Penyebab Haid Terlambat Selain Hamil

Melansir Parents, beberapa penyebab haid terlambat selain kehamilan di antaranya:

  • Efek samping konsumsi pil KB dan alat kontrasepsi hormonal
  • Sindrom ovarium polikistik (PCOS)
  • Stres
  • Perubahan berat badan secara drastis
  • Menopause dini
  • Tumor hipofisis
  • Diabetes
  • Penyakit tiroid

Baca juga: Minum Soda Dapat Mempercepat Haid yang Terlambat, Mitos atau Fakta?

Di luar gangguan kesehatan atau penyakit, haid terlambat bisa diatasi dengan beberapa solusi.

Berikut beberapa cara melancarkan haid yang terlambat:

1. Rutin berlatih yoga

Ilustrasi yogashutterstock Ilustrasi yoga
Dilansir dari Healthline, yoga terbukti bisa menjadi cara melancarkan haid yang terlambat secara alami.

Studi pada 2013 membuktikan, latihan yoga 35 menit sebanyak lima kali seminggu selama enam bulan dapat menurunkan kadar hormon biang siklus haid tidak teratur.

Tak hanya melancarkan haid, yoga juga terbukti mengurangi nyeri haid dan gangguan emosional karena haid.

Baca juga: Cara Meredakan Sakit Perut Karena Haid

2. Jaga berat badan tetap ideal

ilustrasi berat badan tak kunjung turunSHUTTERSTOCK ilustrasi berat badan tak kunjung turun
Perubahan berat badan secara drastis, baik kelebihan berat badan maupun berat badan turun, juga dapat memengaruhi menstruasi.

Wanita yang kelebihan berat badan lebih berisiko mengalami haid tidak teratur dan nyeri haid ketimbang pemilik berat badan ideal.

Hal itu karena pengaruh sel lemak pada hormon dan kadar insulin dalam darah.

Untuk itu, salah satu cara melancarkan haid yang terlambat juga perlu menjaga berat badan tetap ideal.

Upaya menjaga berat badan tetap ideal bisa dilakukan dengan membangun rutinitas aktif bergerak, rajin olahraga, dan menjaga pola makan seimbang.

Baca juga: 8 Tanda-tanda Awal Kehamilan, Tak Hanya Telat Haid dan Mual

3. Konsumsi jahe

Ilustrasi jahe dan bubuk jahe. SHUTTERSTOCK/PILIPPHOTO Ilustrasi jahe dan bubuk jahe.
Jahe kerap digunakan sebagai cara alami melancarkan haid yang terlambat.

Kendati belum ada bukti ilmiah terkait melancarkan haid, namun jahe terbukti mengatasi beragam masalah haid.

Penelitian menujukkan, mengonsumsi 750 miligram bubuk jahe selama tiga sampai empat hari pertama menstruasi dapat mengurangi nyeri haid.

Studi lain menemukan, minum jahe selama tujuh hari jelang menstruasi bisa memperbaiki suasana hati dan mencegah ketidaknyamanan saat pramenstruasi.

Baca juga: Seberapa Efektif Koyo Nyeri Haid Meredakan Kram Datang Bulan?

4. Cukupi kebutuhan vitamin D

Ilustrasi vitamin Dshutterstock Ilustrasi vitamin D
Sebuah penelitian pada 2015 mengaitkan, kekurangan vitamin D bisa membuat haid terlambat.

Selain memengaruhi menstruasi, kurang vitamin D juga bisa menyebabkan gangguan daya tahan tubuh, berat badan susah turun, sampai memengaruhi depresi.

Sebagai cara melancarkan haid yang terlambat, pastikan tubuh cukup mendapatkan asupan vitamin D.

Caranya cukup sederhana. Usahakan untuk rajin berjemur setiap hari.

Telat haid merupakan masalah kesehatan wanita yang perlu diperhatikan.

Apabila beragam cara melancarkan haid yang terlambat di atas sudah dicoba dan belum berhasil, segera konsultasikan ke dokter.

Terutama jika siklus menstruasi tiba-tiba tidak teratur, terlambat haid berlangsung lebih dari tiga bulan, nyeri haid sangat menyakitkan, dan haid berlangsung lebih dari seminggu.


Sumber Healthline,
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

7 Tanda Penyakit Jantung Aritmia yang Perlu Diwaspadai

Health
Mengenal Gejala Inkonsistensia Urine pada Pasien Parkinson

Mengenal Gejala Inkonsistensia Urine pada Pasien Parkinson

Health
Tips Menjalani Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Tips Menjalani Ibadah Ramadhan di Tengah Pandemi

Health
Bahaya Tidur Setelah Sahur

Bahaya Tidur Setelah Sahur

Health
Amankah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil?

Amankah Vaksin Covid-19 untuk Ibu Hamil?

Health
Ciri-Ciri Tahi Lalat yang Memicu Kanker

Ciri-Ciri Tahi Lalat yang Memicu Kanker

Health
Efek Buruk Minum Kopi saat Buka Puasa

Efek Buruk Minum Kopi saat Buka Puasa

Health
Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Kapan Perlu Waspada?

Bayi Jatuh dari Tempat Tidur, Kapan Perlu Waspada?

Health
Mengenal gejala Parkinson dan Cara Mengelolanya

Mengenal gejala Parkinson dan Cara Mengelolanya

Health
Siapa Saja Ibu Hamil yang Berisiko Tinggi Terkena Preeklamsia?

Siapa Saja Ibu Hamil yang Berisiko Tinggi Terkena Preeklamsia?

Health
4 Penyakit Akibat Darah Tinggi yang Bisa Mengancam Jiwa

4 Penyakit Akibat Darah Tinggi yang Bisa Mengancam Jiwa

Health
Memahami Hubungan Salesma dan Diare

Memahami Hubungan Salesma dan Diare

Health
10 Ciri-ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil

10 Ciri-ciri Preeklamsia pada Ibu Hamil

Health
5 Cara Cepat Mengatasi Diare

5 Cara Cepat Mengatasi Diare

Health
7 Makanan Penyebab Jerawat yang Perlu Diwaspadai

7 Makanan Penyebab Jerawat yang Perlu Diwaspadai

Health
komentar di artikel lainnya
Close Ads X