Manfaat dan Mudarat Multitasking bagi Kesehatan Mental

Kompas.com - 27/09/2020, 19:33 WIB
Ilustrasi wanita thinkstock/bennymartyIlustrasi wanita

KOMPAS.com - Mengerjakan banyak hal sekaligus atau multitasking kini menjadi bagian dari keseharian banyak orang.

Sejumlah orang terbiasa makan sembari menonton serial, menjelajahi media sosial, sampai mengerjakan hal lainnya.

Ada juga yang mengerjakan tugas sembari bermain gim, mengikuti rapat, mengecek media sosial, atau mengasuh anak.

Sebelum membahas manfaat dan mudaratnya bagi kesehatan mental, simak pengertian mulititasking berikut.

Baca juga: Kenali 9 Tanda Pasangan Selingkuh Menurut Psikologi

Apa itu multitasking?

Dilansir dari Verywell Mind, secara umum, multitasking adalah mengerjakan lebih dari satu kegiatan secara bersamaan.

Tak selalu harus bersamaan, mengerjakan lebih dari satu hal dalam waktu yang berdekatan juga bisa diartikan multitasking.

Selain itu, multitasking juga merujuk pada mengerjakan satu hal belum selesai, lantas berpindah mengerjakan hal lain, lalu kembali lagi menyelesaikan hal yang belum rampung.

Aktivitas yang membutuhkan kelincahan otak untuk konsentrasi mengerjakan beberapa hal sekaligus itu kini menjadi kelumrahan.

Bahkan, ada beberapa orang mengapresiasi konsep mulitasking karena dianggap lebih produktif.

Padahal, penelitian menunjukkan hasil sebaliknya. Multitasking justru menjadi bumerang bagi produktivitas.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X