Vaginismus: Gejala, Penyebab, hingga Cara Mengatasinya

Kompas.com - 02/10/2020, 21:04 WIB
Ilustrasi seks AntonioGuillemIlustrasi seks

KOMPAS.com - Beberapa wanita bisa mengalami kontraksi otot vagina secara tak sadar saat ada upaya penetrasi.

Kontraksi tersebut bisa mencegah terjadinya penetrasi atau munculnya rasa sakit saat berhubungan seksual.

Kondisi ini tergolong disfungsi seksual yang membutuhkan penanganan serius. Vaginismus digolongkan menjadi dua tipe, yakni primer dan sekunder.

Vaginismus primer terjadi ketika ketika penetrasi vagina tidak pernah tercapai.

Sedangkan vaginismus sekunder terjadi ketika penetrasi pernah tercapai namun tidak bisa terulang.

Baca juga: Miss V Sakit setelah Berhubungan Seks, Begini Cara Mengatasinya...

Penyebab

Belum diketahui pasti apa yang bisa menyebabkan vaginismus.

Namun, disfungsi seksual ini bisa terjadi akibat trauma masa lalu, seperti pelecehan seksual atau hubungan yang menyakitkan.

Kondisi ini juga bisa terjadi karena faktor emosional atau tanpa penyebab langsung yang ditemukan.

Gejala

Gejala utama dari vaginismus adalah hubungan seks yang menyakitkan.

Namun, rasa sakit tersebut hanya terjadi saat ada upaya penetrasi.

  • Selain itu, gejala vaginismus juga bisa berupa hal berikut:
  • tidak bisa melakukan penetrasi saat berhubungan
  • takut melakukan hubungan seksual
  • kehilangan hasrat seksual.

Cara mengatasi

Kabar baiknya, vaginismus bisa diobati. Pengobatan bisa berupa konseling dan olahraga.

Konseling biasanya dilakukan dengan mempelajari anatomi dan hal-hal yang terjadi selama berhubungan seksual.

Hal ini berguna untuk memberi pemahaman bagaimana tubuh bekerja dan merespon.

Konseling bisa dilakukan seorang diri atau bersama pasangan dengan bantuak konselor khusus.

Sesi konseling juga bisa melibatkan metode relaksasi dan hipnoterapi agar pasien merasa nyaman saat berhubungan.

Selain itu, vaginismus juga bisa diatasi dengan latihan fisik seperti senam kegel untuk melatih otot-otot vagina.

Baca juga: Tak Hanya Menyenangkan, Seks Juga Punya 5 Manfaat Kesehatan Berikut

Yang harus dilakukan saat pasangan mengalami vaginismus

Disfungsi seksual dapat mempengaruhi hubungan. Oleh karena itu, setiap pasangan harus bersikap proaktif dan tak segan mencari perawatan demi keutuhan hubungan. 

Vaginismus bukan hal yang memalukan. Itu sebabnya, siapapun yang mengalaminya harus berani terbuka dengan pasangan tentang perasaan dan ketakutan perihal hubungan seksual demi mendapatkan solusi terbaik.

Mengatasi vaginismu juga bisa dilakukan dengan mencari bantuak dokter atau terapis. Selain itu, menggunakan lubrikasi atau posisi seksual tertentu dapat membantu membuat hubungan seksual terasa lebih nyaman.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X