Kompas.com - 06/10/2020, 15:05 WIB

Barotrauma paling sering disebabkan oleh perubahan tekanan udara yang berhubungan dengan perjalanan udara.

Peristiwa lain yang dapat menyebabkan perubahan tekanan secara tiba-tiba dan mungkin gendang telinga pecah, termasuk selam scuba dan hembusan langsung ke telinga, seperti benturan kantung udara mobil.

3. Suara atau ledakan keras (trauma akustik)

Suara atau ledakan keras, seperti dari ledakan atau tembakan yang pada dasarnya adalah gelombang suara yang sangat kuat dapat pula menyebabkan gendang telinga pecah.

4. Benda asing di telinga

Benda kecil, seperti kapas, cutton buds, atau jepit rambut, dapat menusuk atau merobek gendang telinga.

5. Trauma kepala yang parah

Cedera kepala parah, seperti patah tulang dasar tengkorak dapat pula menyebabkan dislokasi atau kerusakan pada struktur telinga tengah dan dalam, termasuk gendang telinga.

Baca juga: 10 Makanan yang Mengandung Vitamin D Tinggi

Diagnosis gendang telinga pecah

Melansir Health Line, dokter dapat menggunakan sejumlah cara untuk menentukan apakah Anda mengalami pecah gendang telinga atau tidak.

Berikut beberapa di antaranya:

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.