Kompas.com - 09/10/2020, 09:26 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Kerusakan paru-paru akibat PPOK memang bersifat kumulatif.

Dengan kata lain, berhenti merokok memang tidak bisa mengatasi kerusakan paru-paru yang sudah terlanjur terjadi.

Namun, menghentikan kebiasaan tersebut masih memiliki banyak manfaat.

Baca juga: Kanker Paru-Paru Mengintai Siapa Saja, Begini Cara Mencegahnya

4. Olahraga adalah hal yang susah untuk pasien PPOK

Sesak napas, yang menjadi salah satu gejala PPOK, memang membuat kita sulit melakukan olahraga.

Namun, ada langkah lebih lanjut yang bisa kita lakukan untuk mengatasinya.

Kita bisa meminta bantuan dokter untuk melatih teknik pernapsan, latihan, dan saran nutrisi yang tepat untuk mengelola gejala PPOK.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Melakukan olahraga ringan tidak akan melukai paru-paru dan bisa mengurangi gejala PPOK,"ujar Nicolacakis.

Kita bisa melakukan olahraga selama 20 hingga 30 menit sebanyak tiga hingga empat kali seminggu.

Selain olahraga kardio, kita juga bisa melakukan peregangan dan latihan kekuatan.

Saat berolahraga, pastikan untuk menghembuskan olahraga secara perlahan.

Selain itu, lakukan olahraga setelah satu setengah jam usai makan.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X